Akurat

Kilang Pertamina Sebut RDMP Balikpapan Bersiap Lakukan Uji Operasi RFCC

Andi Syafriadi | 2 Oktober 2025, 11:10 WIB
Kilang Pertamina Sebut RDMP Balikpapan Bersiap Lakukan Uji Operasi RFCC

AKURAT.CO Kilang Pertamina Internasional (KPI) terus memperkuat ketahanan energi nasional lewat Proyek Strategis Nasional (PSN) Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan.

Direktur Utama KPI Taufik Aditiyawarman mengatakan RDMP Balikpapan dan Lawe-Lawe memasuki fase krusial menuju tahap uji coba peralatan (commissioning) dan awal pengoperasian kilang (start-up).

“Tahap ini menjadi penentu keberhasilan proyek dalam meningkatkan kapasitas produksi dan kualitas bahan bakar minyak (BBM),” kata Taufik dikutip, Kamis (2/10/2025).

Baca Juga: Kebakaran Kilang Pertamina Dumai Berhasil Terkendali Tanpa Korban

Untuk itu, kata Taufik, KPI melalui PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB) terus memperkuat dan fokus pada aspek keselamatan dan kesiapan operasi.

Hingga minggu minggu keempat September 2025, proyek RDMP Balikpapan dan Lawe-Lawe telah mencapai progres 96,5%.

Hingga saat ini, sejumlah fasilitas utama Proyek RDMP Balikpapan telah start up, diantaranya unit revamping pengolahan crude/minyak mentah, fasilitas gas Senipah, fasilitas tangki penyimpanan crude.

Kemudian, Single Point Mooring (SPM) dan pipeline Lawe-Lawe serta berbagai utilitas utama seperti Brackish Water Reverse Osmosis (BWRO), cooling tower, Gas Turbine Generator (GTG), dan tangki penyimpanan feed RFCC serta Main Control Room (MCR).

Kehadiran fasilitas-fasilitas ini telah meningkatkan efisiensi operasional kilang, mengurangi konsumsi LPG untuk operasional kilang, serta memperkuat infrastruktur energi nasional.

Unit-unit pendukung lainnya juga telah siap, seperti pembangkit listrik (Gas Turbine Generator), penghasil steam (Boiler), sistem pendingin (Cooling Water System), jalur pipa minyak mentah dari Terminal Lawe-Lawe, hingga flare system atau cerobong api yang berfungsi sebagai membakar gas buang untuk pengamanan proses operasional kilang.

Baca Juga: Valentino Rossi: Pertamina Enduro VR46 Sudah Seperti Tim Nasional Indonesia di MotoGP

"Baru-baru ini, KPI juga telah berhasil mengoperasikan unit baru Saturated LPG Treater. Unit ini berfungsi membersihkan LPG hasil proses kilang dari zat pengotor, terutama sulfur yang berbau dan bersifat korosif," ujar Taufik.

Proyek RDMP Balikpapan sendiri memang memiliki target meningkatkan produk LPG yang awalnya 48 ribu ton pertahun menjadi 384 ribu ton pertahun. Kenaikan sebesar 336 ribu ton pertahun ini berpotensi menurunkan impor LPG sekitar 4,9%.

Unit utama lain yang direncanakan akan beroperasi di Triwulan IV tahun ini adalah Residue Fluid Catalytic Cracking (RFCC).

Proyek RDMP Balikpapan sendiri memiliki tiga tujuan utama, yaitu meningkatkan kapasitas pengolahan kilang dari semula 260 ribu barel per hari (kbpd) menjadi 360 kbpd, meningkatkan kualitas produk dari standar setara Euro 2 menjadi standar Euro 5 yang lebih ramah lingkungan, serta meningkatkan kompleksitas kilang guna mendorong efisiensi operasional dan memperluas jangkauan produk.

Kompleksitas kilang juga akan naik dari skala NCI (Nelson Complexity Index) 3,7 menjadi 8,0 yang mencerminkan kemampuan kilang mengolah minyak mentah dengan kualitas beragam menjadi produk bernilai tinggi.

Selain memperkuat ketahanan energi nasional, proyek ini juga berkontribusi nyata dalam menggerakan perekonomian daerah dan nasional.

Proyek ini memberikan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional maupun Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) daerah, serta memberikan multiplier effects yang luar biasa.

“Mulai dari penyerapan tenaga kerja hingga tumbuhnya sentra-sentra ekonomi baru dan berbagai peluang usaha lainnya,” pungkas Taufik.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.