Akurat

Menkop Ferry: Koperasi Desa Mampu Serap Hingga 2 Juta Tenaga Kerja

Andi Syafriadi | 15 September 2025, 07:50 WIB
Menkop Ferry: Koperasi Desa Mampu Serap Hingga 2 Juta Tenaga Kerja

AKURAT.CO Menteri Koperasi, Ferry Juliantono menilai koperasi desa memiliki potensi strategis dalam memperluas lapangan kerja nasional. Lebih dari 80 ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang tersebar di seluruh Indonesia diyakini dapat menyerap hingga 2 juta tenaga kerja.

“Dengan asumsi setiap koperasi mampu merekrut 20 hingga 25 tenaga kerja, maka potensi penciptaan kerja mencapai 1,6 juta hingga 2 juta orang,” ujar Ferry dalam rapat koordinasi terbatas yang dipimpin Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Minggu (14/9/2025).

Seperti yang diketahui, Kementerian Koperasi kini tengah menyiapkan 1.104 Project Management Officer (PMO) serta 8.000 Business Assistant di tingkat provinsi dan kabupaten/kota untuk mendukung keberlangsungan koperasi desa.

Baca Juga: Profil Ferry Juliantono: Mengenal Perjalanan Karier Menteri Koperasi yang Baru!

Ferry menegaskan, koperasi bisa menjadi instrumen penting dalam menekan angka pengangguran nasional. Dengan dukungan kebijakan afirmatif, setidaknya 15 ribu koperasi berpotensi menyerap hingga 1,2 juta tenaga kerja tambahan dalam kurun 1–2 tahun.

“Harapannya, koperasi tidak hanya menjadi wadah usaha, tetapi juga motor penggerak penyediaan lapangan kerja,” kata Ferry.

Ia menambahkan, keberhasilan proyeksi ini memerlukan dukungan nyata pemerintah, mulai dari insentif bunga pinjaman di bawah 6%, kemudahan akses pembiayaan, hingga kebijakan perpajakan yang lebih berpihak.

Baca Juga: Harta Kekayaan Ferry Juliantono Menteri Koperasi Baru Pilihan Prabowo, Punya Tanah Rp15 M di Tangerang

Dengan sinergi lintas kementerian dan pengawasan ketat, Ferry optimistis koperasi desa dapat tumbuh sebagai pilar utama ekonomi rakyat sekaligus penggerak pembangunan berkelanjutan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.