Akurat

Kilang Minyak Global Diprediksi Berguguran, Ini Kata ESDM

Andi Syafriadi | 13 September 2025, 09:25 WIB
Kilang Minyak Global Diprediksi Berguguran, Ini Kata ESDM

AKURAT.CO Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan industri kilang minyak dalam negeri masih aman ditengah dinamika global terkait penutupan sejumlah kilang minyak.

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menjelaskan industri kilang minyak akan stabil karena kebutuhan BBM Indonesia saat ini mencapai sekitar 1,5 juta barel per hari. Pasokan tersebut dipenuhi melalui kombinasi hasil pengolahan kilang dalam negeri dan impor.

“Kalau ini perkiraan kita, untuk kebutuhan BBM itu satu hari, itu kan masih sekitar 1,5 juta barrel per hari. Ini kan ada yang diolah di dalam kilang dalam negeri, ada yang berasal dari impor,” kata Yuliot di Kementerian ESDM, Jumat (12/9/2025).

Baca Juga: ESDM Siapkan Impor BBM 1,4 Juta KL dari AS Lewat Pertamina

Menurutnya, pemerintah terus mengoptimalkan kapasitas kilang domestik agar pasokan dalam negeri tetap stabil.

Namun, apabila produksi kilang belum mampu memenuhi kebutuhan, maka impor menjadi langkah yang tidak terhindarkan.

“Jadi ini kita lihat, ini bagaimana optimalisasi kilang yang ada dalam negeri. Kemudian itu berapa, kalau tidak tercukupi dari kilang dalam negeri, berarti kita harus melakukan impor dari luar negeri,” ujarnya.

Adapun, PT Pertamina (Persero) menyoroti tantangan signifikan yang tengah dihadapi sektor midstream dan downstream industri energi global. Salah satunya akan ada penutupan 26 kilang minyak sampai tahun 2030.

Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Oki Muraza mengatakan kondisi oversupply tidak hanya terjadi pada minyak mentah (crude), tetapi juga pada produk kilang.

Hal ini menekan margin keuntungan atau spread kilang atau selisih harga minyak mentah yang masuk dengan harga produk hasil kilang.

Baca Juga: ESDM Turunkan Tim Pantau Kebocoran Pipa Minyak PT Vale di Luwu Timur

Oki menambahkan, rendahnya harga minyak dunia ditambah meningkatnya produksi kilang baru memperparah kondisi oversupply. Dampaknya, sejumlah kilang dunia memilih berhenti beroperasi.

“Di Eropa, Amerika, hingga Australia, sudah banyak kilang yang tutup. Diperkirakan ada sekitar 17 kilang yang akan berhenti beroperasi menjelang tahun 2030,” kata Oki saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR, Kamis (11/9/2025).

Berdasarkan bahan paparan Pertamina, pada 2027, diperkirakan akan ada sembilan kilang yang tutup di AS, Eropa, Asia, Australia, dan Selandia Baru.

Lalu, sebanyak 17 kilang di Afrika, Uni Eropa, dan Asia diperkirakan tutup pada 2030. Sehingga, akan ada 26 kilang yang akan tutup sampai dengan 2030.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.