Bos Bulog Ungkap Kutu Tepung dan Kumbang Padi Jadi Musuh Utama

AKURAT.CO Perum Bulog menegaskan bahwa pemeliharaan gudang beras dilakukan secara serius dan berlapis untuk menjaga kualitas beras dari serangan hama.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyampaikan bahwa terdapat setidaknya 10 jenis hama yang umum ditemukan menyerang beras.
Beberapa di antaranya adalah hama bubuk beras, kumbang tepung, penggerek biji-bijian, kumbang padi-padian, dan kumbang padipadian gepeng. Selain itu juga ada kumbang kapra, kupu-kupu beras, gurem, hingga hama kupu-kupu tropis dan adversus advena.
Baca Juga: Bulog: Beras Bermasalah Jadi Pakan
“Jadi ada sekitar 10 jenis binatang-binatang yang sering mengganggu beras-beras kita,”kata Rizal saat meninjau gudang Bulog di Jakarta Utara, Sabtu (6/9/2025).
Rizal menambahkan, dari sepuluh jenis tersebut terdapat dua hama yang menjadi musuh terbesar pihaknya dan juga petani beras lainnya.
“Dan ini yang paling rawam adalah, yang paling banyak ini, kutu kumbang tepung dengan kumbang padi-padian yang gepeng. Dua ini selalu menganggu beras kita,” tambahnya.
Untuk mengantisipasi serangan hama, Bulog menerapkan serangkaian tahapan pengendalian, mulai dari spraying, fumigasi, hingga proden pest control yang dilakukan secara rutin dan berjadwal.
Spraying dilakukan setiap bulan untuk mencegah perkembangbiakan hama, sementara fumigasi diterapkan setiap tiga bulan atau lebih cepat jika ditemukan indikasi serangan.
“Aturan fumigasi itu biasanya kita laksanakan per 3 bulan. Nah kalau sebelum 3 bulan sudah ada indikasi hama, baik kutu maupun lain sebagainya, kita langsung fumigasi, jadi tidak harus menunggu 3 bulan,” tutur Rizal.
Adapun, Bulog menerapkan beberapa langkah pemeliharaan untuk memastikan kualitas beras yang diproduksi oleh Bulog aman dan layak dikonsumsi.
Langkah pemeliharaan ini dilakukan dalam rentan waktu harian, mingguan, bulanan, hingga dilakukan secara triwulan atau tiga bulanan.
“Tujuannya untuk menjamin bahwa beras-beras bulog itu benar-benar berkualitas, sehat, tidak berhama dan layak untuk dikonsumsi,” ungkap Rizal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










