Akurat

PalmCo Perkuat Kemitraan Sawit, Dorong Kesejahteraan Petani

Hefriday | 3 September 2025, 21:27 WIB
PalmCo Perkuat Kemitraan Sawit, Dorong Kesejahteraan Petani

AKURAT.CO PTPN IV PalmCo, subholding dari Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), menegaskan komitmennya dalam memperkuat kemitraan dengan pemerintah dan asosiasi petani sawit untuk meningkatkan kesejahteraan pekebun. Pesan itu mengemuka dalam Forum Bisnis Kemitraan Aspekpir Indonesia yang berlangsung di Pekanbaru, Riau, akhir Agustus 2025.

Forum tersebut menghadirkan jajaran manajemen PTPN IV di Riau, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Eddy Martono, Ketua Aspekpir Indonesia Setyono, perwakilan Pemerintah Provinsi Riau, pelaku usaha industri sawit, hingga petani sawit dari berbagai daerah.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko Santosa, mengatakan PalmCo tidak hanya berperan sebagai pembeli hasil panen petani, melainkan juga sebagai penggerak ekosistem sawit nasional dari hulu ke hilir.

Baca Juga: PTPN IV PalmCo Lindungi Kawasan Hutan Bernilai Konservasi Tinggi

“Kami berkomitmen menjadi mitra petani untuk memastikan keberlanjutan produktivitas sekaligus kesejahteraan. Komitmen itu diwujudkan lewat program peremajaan sawit rakyat, penyediaan bibit unggul bersertifikat, hingga penguatan kelembagaan petani,” ujar Jatmiko dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu (3/9/2025).

Hingga Juli 2025, PalmCo tercatat telah menerbitkan rekomendasi teknis untuk 14.520 hektare kebun, merealisasikan pencairan dana Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) di lahan seluas 13.864 hektare senilai Rp831 miliar, serta menanam sawit di 10.628 hektare kebun masyarakat. Selain itu, PalmCo mendistribusikan 5,7 juta bibit unggul untuk mendukung peremajaan lahan seluas 40.000 hektare yang melibatkan lebih dari 20.000 petani.

Tidak hanya itu, PalmCo juga mendampingi 90 koperasi petani sawit melalui pelatihan teknis, administrasi, dan manajemen budidaya. Perusahaan pun mendorong sertifikasi minyak sawit berkelanjutan (RSPO).

Hingga 2024, sertifikasi RSPO sudah berlaku di lahan seluas 1.889 hektare yang melibatkan 869 kepala keluarga.

“Semua pencapaian tersebut mustahil terwujud tanpa kolaborasi. Mulai dari petani dan kelembagaannya, hingga dukungan pemerintah maupun asosiasi,” tegas Jatmiko.

Jatmiko berharap kerja sama ini dapat mempercepat akselerasi Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) yang menjadi prioritas.

Baca Juga: Bos PTPN IV PalmCo Sebut Stagnasi Produksi dan Geopolitk Jadi Tantangan Utama Industri Kelapa Sawit

Senada, SEVP Business Support PTPN IV Regional III, Bambang Budi Santoso, menyampaikan pentingnya sinergi lintas pihak untuk meningkatkan daya saing industri sawit nasional. Menurutnya, keberhasilan PSR di Riau sejak 2019 menjadi contoh nyata.

“Produktivitas kebun petani mitra meningkat signifikan, pendapatan mereka rata-rata mencapai Rp12 juta per bulan per kavling,” ungkap Bambang.

Dirinya juga menambahkan, dampak PSR tidak hanya dirasakan pada peningkatan kesejahteraan keluarga petani, tetapi juga pada penguatan ekonomi desa. Bahkan, lebih dari 2.000 petani mitra kini tengah bersiap memperoleh sertifikasi RSPO untuk memperkuat daya saing di pasar global.

Ketua Dewan Pengawas Aspekpir Indonesia, Rusman Heriawan, turut mengapresiasi konsistensi PTPN IV PalmCo dalam mendukung petani sawit. Menurutnya, sawit terbukti menjadi komoditas yang mampu menurunkan angka kemiskinan di sentra produksi.

“Petani sawit sekarang jarang yang miskin. Sawit telah mengangkat kesejahteraan masyarakat sekaligus berkontribusi pada penurunan kemiskinan nasional,” ujarnya.

Rusman juga menekankan hubungan antara Aspekpir dan PTPN telah terjalin sejak 1980-an.

“Kami adalah petani murni yang fokus memperbaiki nasib. Loyalitas Aspekpir untuk membangun kemitraan dengan perusahaan tidak perlu diragukan,” katanya.

Melalui kolaborasi erat antara perusahaan, pemerintah, dan asosiasi, PTPN IV PalmCo optimistis petani sawit di Indonesia akan semakin mandiri, industri sawit makin tangguh, serta kontribusinya terhadap perekonomian nasional terus meningkat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Andi Syafriadi