Akurat

Krisis Pangan Makin Mengkhawatirkan, PTPN IV Dirikan Dapur Umum di Aceh Utara

Andi Syafriadi | 4 Desember 2025, 15:10 WIB
Krisis Pangan Makin Mengkhawatirkan, PTPN IV Dirikan Dapur Umum di Aceh Utara

AKURAT.CO Krisis pangan mulai membayangi sejumlah kecamatan di Aceh Utara setelah banjir besar menutup akses utama dari dan menuju wilayah tersebut sejak akhir pekan lalu.

Terputusnya jalur logistik dari Bireuen dan Aceh Tamiang membuat banyak warga kesulitan memperoleh bahan pokok, terutama di desa-desa yang terisolasi.

Hujan ekstrem yang mengguyur kawasan hulu selama beberapa hari menyebabkan suplai beras, minyak goreng, hingga gas elpiji hampir sepenuhnya berhenti. Hingga Selasa (2/12/2025), enam kecamatan dilaporkan masih terisolasi dan belum dapat dijangkau kendaraan roda empat.

Kondisi ini menyebabkan stok pangan di warung desa menipis drastis. Banyak warga yang juga tidak dapat memasak di rumah karena dapur mereka terendam banjir.

Baca Juga: PTPN IV PalmCo Dukung Rehabilitasi Orangutan, Wujudkan Sawit Bersahabat dengan Alam

“Air sudah masuk sampai ke dapur, kami tidak bisa masak apa-apa lagi. Gas habis, minyak habis,” ujar Febri, warga Indra Makmur yang memilih mengungsi bersama keluarganya.

Di tengah keterbatasan tersebut, PTPN IV Regional VI mendirikan dua dapur umum darurat di Afdeling I dan Afdeling II Kecamatan Indra Makmu. Dapur umum itu menjadi tumpuan ratusan warga yang membutuhkan makanan hangat setiap hari.

Petugas perusahaan bersama warga setempat memasak makanan dalam jumlah besar sebelum mendistribusikannya ke pos pengungsian maupun rumah-rumah warga yang masih bertahan di lokasi banjir.

“Makanan dari dapur umum ini yang bikin kami bisa makan layak sejak kemarin,” kata Febri.

Menu yang disiapkan relatif sederhana, menyesuaikan ketersediaan bahan di tengah kelangkaan suplai. Mulai dari nasi, telur, mi instan, hingga lauk sederhana seperti sayuran menjadi pilihan utama penyediaan makanan.

Selain mengoperasikan dapur umum, PTPN IV juga menyalurkan bantuan sembako ke sejumlah desa seperti Blang Nisam, Jambo Bale, Pelita, Seuneubok Bayu, SKM, serta beberapa titik di Kecamatan Langkahan.

Baca Juga: Presiden Deklarasikan Swasembada Beras, PTPN Group Kawal dan Perkuat BUMN Pangan

Namun, distribusi di lapangan tidak selalu berjalan lancar karena stok bahan pokok di pasar menipis dan banyak akses jalan masih terputus.

“Stok bahan pokok di pasar mulai habis dan akses transportasi terputus di banyak titik. Namun penyaluran tidak boleh berhenti,” ujar Region Head Regional VI PTPN IV, Yudi Cahyadi dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis (4/12/2025).

Dirinya menambahkan bahwa tim di lapangan harus mencari jalur alternatif dan menyesuaikan mekanisme distribusi dengan kondisi riil.

Menurut Yudi, pemetaan titik-titik prioritas terus dilakukan setiap hari, terutama desa-desa yang sama sekali belum tersentuh bantuan dari pemerintah maupun lembaga lain.

Kecamatan Langkahan disebut sebagai salah satu wilayah yang paling rentan karena suplai bahan pokok di daerah itu hampir habis.

Di banyak titik banjir, warga kehilangan rumah, ladang, ternak, hingga persediaan pangan. Situasi ini membuat masyarakat sangat bergantung pada bantuan darurat hingga jalur logistik kembali pulih.

“Kami memastikan setiap keluarga mendapatkan suplai harian. Ini langkah yang harus diambil ketika pasokan pangan sulit masuk,” kata Yudi.

Sementara itu, BPBD Aceh Utara masih memutakhirkan data desa-desa yang belum mendapatkan bantuan. Proses pemulihan diperkirakan berjalan lama karena hujan dengan intensitas tinggi diprediksi masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Pemerintah daerah bersama berbagai pihak kini berfokus menstabilkan pasokan pangan guna mencegah krisis semakin meluas.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
A