Akurat

Terungkap Sosok Pengemudi Ojol yang Bertemu Wapres di Istana, Driver Asli Terdaftar Sejak 2015

M. Rahman | 2 September 2025, 19:31 WIB
Terungkap Sosok Pengemudi Ojol yang Bertemu Wapres di Istana, Driver Asli Terdaftar Sejak 2015

AKURAT.CO Identitas pengemudi ojek online atau ojol yang hadir dalam pertemuan perwakilan ojol dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Istana Wapres, akhirnya terungkap.

Ditemui di kawasan Cipinang, Jakarta Timur, Rahman Thohir mengaku bahwa dirinya adalah satu dari delapan pengemudi ojol yang mendapat kesempatan untuk berdialog dengan Wakil Presiden.

Di depan awak media, Rahman menjelaskan bahwa dia adalah seorang pengemudi ojol dari Gojek.

"Saya bergabung dengan Gojek dari tahun 2015, jadi saya memang driver asli. Saya mengenyam pendidikan adalah sarjana hukum di Universitas 17 Agustus 1945," kata Rahman Thohir kepada media Selasa (2/9).

Baca Juga: Wapres Terima Perwakilan Ojol, Bahas Penegakan Hukum Kasus Affan Kurniawan

Selain itu Rahman juga menilai ada ketidakadilan dalam narasi yang berkembang di media sosial saat ini. Menurut Rahman jangan mendeskreditkan pengemudi ojol hanya karena memiliki kemampuan untuk berbicara dengan baik di depan publik.

"Narasi yang beredar sekarang seolah-olah kami tidak berhak menggunakan kata-kata yang sifatnya intelektual seperti eskalasi atau edukasi. Perlu diketahui bahwa pengemudi ojol ini tidak hanya terdiri dari orang-orang yang lulusan SD, SMP atau SMA, tapi ada banyak juga yang merupakan lulusan S1 dan S2," ungkap Rachman.

Usai pertemuan sejumlah pengemudi ojol dengan Wakil Presiden pada Sabtu (31/8) muncul sejumlah narasi di media sosial yang menyebut bahwa pengemudi yang hadir tidak mewakili komunitas ojol tertentu.

Bahkan ada tudingan yang menyatakan mereka sebagai intel, lantaran menggunakan istilah yang lekat dengan dunia militer.

"Mengenai penggunaan kata-kata seperti taruna, itu hal yang lumrah dalam dunia perojolan. Taruna ini menunjukkan satu anggota komunitas yang tidak punya jabatan. Jadi disebut oleh para ketua komunitas sebagai taruna, bukan karena terkait dengan kemiliteran atau institusi tertentu," jelas Rahman.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
M. Rahman
Yosi Winosa