Akurat

Kemenhub Perkuat Keselamatan Transportasi Lewat Inovasi dan Regulasi

Dedi Hidayat | 22 Agustus 2025, 16:50 WIB
Kemenhub Perkuat Keselamatan Transportasi Lewat Inovasi dan Regulasi

AKURAT.CO Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menegaskan komitmennya untuk terus memprioritaskan aspek keselamatan transportasi di semua sektor, baik darat, laut, perkeretaapian, maupun udara. Upaya tersebut diwujudkan melalui penerapan regulasi, kebijakan, serta sejumlah inovasi.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Aan Suhanan mengatakan upaya dan inovasi peningkatan keselamatan yang dimaksud antara lain pengoperasian Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor (BPLJSKB) Proving Ground Bekasi,

Selain itu, implementasi Zero Over Dimension Over Loading (ODOL) 2027, layanan Teman Bus, edukasi dan sosialisasi keselamatan, pelayanan petugas di lapangan dalam peningkatan keselamatan, serta membangun budaya keselamatan melalui kegiatan Sadar Lalu Lintas Anak Usia Dini (SALUD).

Baca Juga: Kemenhub Tetapkan 36 Bandara Umum dan 3 Khusus Jadi Bandara Internasional 2025

”Dulu harus menguji kendaraan ke luar negeri, saat ini kita sudah punya proving ground bertaraf internasional di Bekasi untuk menguji kendaraan yang akan diproduksi massal. Terkait ODOL, beberapa sudah kita lakukan, pertama integrasi data. Data itu salah satunya untuk penegakan hukum,” kata Aan melansir laman Kemenhub, Jumat (22/8/2025).

Selain pada Ditjen Darat, upaya dan inovasi peningkatan keselamatan juga dilakukan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Laut.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut Muhammad Masyhud mengatakan, terdapat empat pilar utama dalam bidang kelautan dan perkapalan, yaitu angkutan di perairan, kepelabuhanan, keselamatan dan keamanan pelayaran, serta perlindungan lingkungan maritim.

”Empat hal ini yang kami emban untuk dilaksanakan sebaik-baiknya. Keselamatan pasti diutamakan karena berkaitan dengan nyawa. Faktor alam demikian berpengaruh, namun demikian kami tetap mencegah kecelakaan dan kalau terjadi, penanganan dan penindakan berjalan,” ujar Masyhud.

Baca Juga: Perkuat Konektivitas, Kemenhub Tetapkan 5 Bandar Udara Internasional

Upaya yang sama juga dilakukan oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian. Direktur Jenderal Perkeretaapian Allan Tandiono menjelaskan, DJKA memiliki roadmap untuk aspek keselamatan lima tahun ke depan.

Roadmap tersebut terdiri dari pengujian dan sertifikasi kelaikan sarana dan prasarana serta SDM perkeretaapian, pengawasan kelaikan sarana dan prasarana perkeretaapian serta kecakapan/keahlian SDM perkeretaapian, peningkatan dan rehabilitasi prasarana jalur, jembatan dan fasilitas operasi untuk memenuhi kelaikan teknis dan operasi.

Lebih lanjut pemenuhan dan peningkatan serta pemeliharaan fasilitas keselamatan, pengujian maupun perawatan sarana dan prasarana perkeretaapian, pengawasan dan evaluasi kinerja sarana, prasarana dan sdm melalui ramp check sarana, inspeksi keselamatan prasarana dan daerah rawan, audit dan penilaian keselamatan.

Upaya selanjutnya yakni evaluasi tanggap darurat serta sosialisasi dan promosi keselamatan perkeretaapian, pemenuhan aspek keselamatan dan peningkatan peran pemangku kepentingan dalam peningkatan keselamatan di perlintasan sebidang, juga melakukan review dan evaluasi norma, standar, prosedur dan kriteria di dalam penyelenggaraan sarana dan prasarana perkeretaapian.

”Keselamatan perkeretaapian meliputi sarana berkeselamatan, prasarana berkeselamatan, pengoperasian berkeselamatan, sumber daya manusia berkeselamatan, serta pengawasan dan penegakan hukum. Untuk mewujudkan hal tersebut, telah disusun roadmap aspek keselamatan untuk lima tahun ke depan,” tutur Allan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.