Kapasitas terpasang hingga semester I-2025 mencapai 2.842 megawatt (MW). Aspek operasional lainnya juga menunjukkan kinerja positif.
Produksi listrik mencapai 4.226 gigawatt hour (GWh), meningkat 11% dibandingkan produksi listrik pada periode yang sama tahun lalu. Equivalent Availabiliy Factor (EAF) yang menunjukkan keandalan pembangkit listrik mencapai 98,16% atau 6% di atas target semester satu
Kinerja operasional ini juga didukung dengan kinerja HSSE yang baik, di mana Pertamina NRE mencatatkan 3.624.321 jam kerja selamat tanpa fatalitas. Pemeriksaan kesehatan rutin tahunan juga dilakukan oleh seluruh pekerja dengan capaian 100%.
Baca Juga: Pertamina NRE Gandeng PTPN III Kembangkan PLTS di Sei Mangke
Sedangkan di aspek keuangan, Pertamina NRE membukukan USD209.087 ribudan laba bersih mencapai USD52.070 ribu pada semester I tahun ini.
Pertamina NRE telah merealisasikan investasi sebesar USD153.810 ribu atau meningkat 180% dibandingkan realisasi investasi pada periode yang sama tahun lalu.
Corporate Secretary Pertamina NRE, Dicky Sepriadi mengatakan pihaknya bersyukur dengan kinerja positif di tengah tahun 2025 ini. Tentunya semua capaian tersebut tidak terlepas dari soliditas dan kerja keras tim Pertamina NRE, serta dukungan para pemangku kepentingan.
“Kami berharap capaian positif ini dapat kami pertahankan hingga akhir tahun. Dukungan pemegang saham dan pemangku kepentingan sangat kami harapkan,” kata Dicky dalam keterangannya, Sabtu (16/8/2025).
Selama Semester I, Pertamina NRE mencapai beberapa milestone, antara lain beroperasinya PLTS atap Refinery Unit Balikpapan berkapasitas 2,5 MW yang berkolaborasi dengan PT Kilang Pertamina Internasional.
Kemudiaan kerja sama strategis melalui akuisisi saham 20 persen Citicore Renewable Energy Corporation (CREC), serta beroperasinya pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) Unit 2 Area Lumut Balai sebesar 55 MW.