Akurat

PTPN IV PalmCo Lindungi Kawasan Hutan Bernilai Konservasi Tinggi

Yosi Winosa | 11 Agustus 2025, 20:55 WIB
PTPN IV PalmCo Lindungi Kawasan Hutan Bernilai Konservasi Tinggi

AKURAT.CO Sebagai subholding dari PTPN III (Persero), PTPN IV PalmCo beroperasi di dua wilayah utama penghasil kelapa sawit Indonesia, yakni Pulau Sumatera dan Kalimantan.

Meski dikenal sebagai pusat produksi komoditas strategis ini, perusahaan mengedepankan pendekatan keberlanjutan, dimulai dari perlindungan kawasan hutan bernilai konservasi tinggi (High Conservation Value atau HCV).

Perusahaan ini tercatat mengelola lebih dari 14 ribu hektare kawasan HCV yang tersebar di 96 lokasi di Sumatera dan Kalimantan.  Area konservasi tersebut menjadi habitat penting bagi sejumlah spesies langka dan terancam punah, seperti Gajah Sumatera, Harimau Sumatera, serta berbagai jenis primata dan tumbuhan endemik.

Baca Juga: Bos PTPN IV PalmCo Sebut Stagnasi Produksi dan Geopolitk Jadi Tantangan Utama Industri Kelapa Sawit

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko Santosa, menegaskan bahwa pelestarian keanekaragaman hayati merupakan bagian integral dari strategi bisnis perusahaan.

“Keanekaragaman hayati yang terjaga adalah prasyarat bagi keberlanjutan produktivitas perkebunan. Dengan prinsip No Deforestation, Peat, and Exploitation yang kami jalankan sejak dua dekade lalu, komitmen PalmCo jelas dalam mengelola areal bernilai konservasi tinggi,” ujarnya di Jakarta, Senin (11/8/2025).

Untuk memastikan efektivitas pengelolaan, PalmCo menerapkan pendekatan High Conservation Value–High Carbon Stock (HCV-HCS) yang diakui secara global. Penilaian, pemantauan indikator, dan pelaporan dilakukan secara berkala dengan melibatkan tenaga ahli internal maupun eksternal.

Kawasan konservasi yang dikelola dilindungi dari berbagai ancaman, termasuk pembukaan lahan, perambahan, dan perburuan liar. Upaya ini dilakukan melalui patroli rutin serta edukasi kepada masyarakat sekitar. “Kawasan-kawasan HCV ini dijaga ketat dari aktivitas pembukaan lahan, perambahan, hingga potensi perburuan liar,” kata Jatmiko.

Khusus pada area HCV di sekitar sungai dan sumber air, PalmCo menerapkan langkah-langkah perlindungan tambahan.

Upaya ini meliputi penjagaan batas sempadan sungai, pencegahan penggunaan bahan kimia, rehabilitasi lahan dengan menanam vegetasi pakan satwa liar, serta pelatihan dan sosialisasi berkelanjutan untuk membangun kesadaran kolektif.

Tidak hanya masyarakat, seluruh karyawan juga mendapatkan pembekalan terkait pengenalan spesies langka serta pentingnya melindungi flora dan fauna dari ancaman perburuan maupun perdagangan ilegal.

Jatmiko menegaskan bahwa kawasan konservasi bukanlah “ruang mati” dalam lanskap bisnis perkebunan. “Kawasan konservasi adalah ruang hidup yang memiliki nilai ekologis dan sosial bagi masyarakat serta generasi mendatang,” tegasnya.

Menurutnya, menjaga kelestarian lingkungan berarti menyiapkan warisan ekologis berharga untuk anak cucu.

“Kami percaya bahwa apa yang kami jaga hari ini akan menjadi warisan ekologis bernilai bagi masa depan. Dengan pengelolaan kawasan HCV yang konsisten dan berintegritas, flora dan fauna dapat terus lestari dan memberi manfaat bagi kehidupan berkelanjutan,” tukasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa