Akurat

Bulog Pastikan Tak Ada Beras SPHP Oplosan di Serang

Hefriday | 2 Agustus 2025, 22:51 WIB
Bulog Pastikan Tak Ada Beras SPHP Oplosan di Serang

AKURAT.CO Perum Bulog memastikan distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Kota Serang, Banten, berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan tak dioplos.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyampaikan langsung hal ini usai melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke beberapa pasar dan outlet penjualan beras SPHP pada Sabtu (2/8/2025).

Dalam sidak yang dilakukan di Pasar Rau, Kota Serang, Rizal menyatakan bahwa seluruh produk beras SPHP yang beredar telah memenuhi standar dan tidak ditemukan adanya praktik pengoplosan.
 
Ia menegaskan bahwa penjualan kepada konsumen dibatasi maksimal dua pack per orang, sementara pemesanan oleh pengecer tidak boleh lebih dari dua ton dan wajib melalui aplikasi Klik SPHP.
 
“Alhamdulillah, semua beras SPHP sesuai dengan ketentuan. Penjualannya juga dibatasi agar merata, dan pemesanannya oleh pengecer harus melalui aplikasi resmi,” ujar Rizal. 
 
Menurut Rizal, tingginya animo masyarakat terhadap beras SPHP menunjukkan bahwa program ini telah diterima dengan baik. Beras SPHP dinilai terjangkau, memiliki kualitas baik, serta cita rasa yang memuaskan.
 
 
Ia bahkan menyampaikan bahwa masyarakat menyukai beras tersebut karena cocok diolah menjadi berbagai menu, termasuk nasi goreng.
 
“Rata-rata masyarakat bilang senang, apalagi kalau dibuat nasi goreng. Rasanya enak dan tidak kalah dengan beras premium,” tambahnya.
 
Untuk memperluas jangkauan informasi kepada masyarakat, Rizal mengimbau aparat kewilayahan seperti babinsa, babinkamtibmas, dan kapolsek untuk turut menyosialisasikan lokasi penjualan SPHP.
 
Ia menyarankan agar pemanfaatan grup WhatsApp aparat digunakan sebagai media komunikasi dan informasi kepada warga.
 
“Dengan cara ini, masyarakat bisa tahu di mana saja lokasi SPHP terdekat. Bahkan, kami usulkan penjualan beras dilakukan juga saat Car Free Day. Jadi sambil olahraga, sambil beli beras murah,” katanya.
 
Rizal juga menekankan pentingnya kepatuhan terhadap harga eceran tertinggi (HET), yaitu sebesar Rp62.500 untuk setiap kemasan 5 kilogram.
 
Ia mengingatkan bahwa pedagang dilarang menjual lebih dari dua pack per orang, membuka kemasan resmi, atau mengoplos beras dengan merek lain.
 
“Semua pedagang telah menandatangani surat pernyataan kepatuhan. Saat kami cek, tidak ada temuan pelanggaran seperti karung SPHP atau Bulog dijual eceran di luar aturan,” ujarnya tegas.
 
Selain pasar tradisional, Rizal dan tim juga memeriksa sejumlah warung dan pasar karung untuk memastikan tidak ada penyalahgunaan kemasan resmi beras Bulog. Ia menyebut, tak ditemukan pelanggaran seperti yang sebelumnya terjadi di daerah lain.
 
“Kalau di Pekanbaru atau Mataram sempat ditemukan karung SPHP dijual eceran, di Serang ini sangat tertib. Tidak ada temuan mencurigakan,” katanya.
 
Terkait isu beras oplosan yang sempat beredar, Rizal memastikan bahwa hasil sidak di Serang tidak menemukan indikasi tersebut.
 
Bahkan, hasil penimbangan acak terhadap kemasan beras SPHP menunjukkan bobot yang justru melebihi lima kilogram, yakni antara 5,02 hingga 5,22 kilogram.
 
“Artinya tak hanya sesuai, bahkan lebih dari standar. Ini membuktikan bahwa proses distribusi dan kualitas beras SPHP di Serang sangat baik,” tukasnya.
 
 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa