Semester I-2025, Elnusa Baru Serap 39% Capex Tahunan

AKURAT.CO PT Elnusa Tbk (Elnusa), anak perusahaan PT Pertamina Hulu Energi mencatat belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp234 miliar pada semester I-2025 atau baru mencapai sekitar 39% dari total anggaran.
Direktur Pengembangan Usaha Elnusa, Arief Prasetyo Handoyo, menyatakan optimistis akan mampu menyelesaikan seluruh target belanja modal tahun 2025 meskipun realisasinya hingga semester I baru 39%.
“Tapi insyaallah sampai akhir tahun kita akan menyelesaikan beberapa kegiatan investasi yang akan kita lakukan di semester 2,” kata Arief dalam acara media briefing di The Tribrata Darmawangsa dikutip, Sabtu (2/8/2025).
Di sisi lain, Arief mengatakan bahwa keterlambatan realisasi investasi disebabkan oleh penurunan sementara permintaan pasar. Namun, dirinya menambahkan bahwa proses pengajuan investasi sebenarnya telah selesai. Saat ini tinggal menunggu proses pembelian aset.
elnusaBaca Juga: Pelita Air Gandeng Elnusa Sediakan Layanan Tiket Penerbangan
"Untuk pemenuhan target investasi kurang lebih sekitar Rp594 miliar. Karena memang banyak yang akan kita lakukan di semester 2,” jelasnya.
Investasi yang dilakukan tahun ini tidak hanya untuk mendukung kontrak yang sedang berjalan pada 2025, tetapi juga sebagai persiapan untuk proyek-proyek di tahun-tahun mendatang.
"Investasi 2024 ini diarahkan untuk mendukung kegiatan kontrak 2025. Sementara investasi 2025 kami siapkan untuk pelaksanaan proyek di 2026 dan 2027," ujar Arief.
Adapun, Elnusa mencatat pertumbuhan pendapatan pada Semester I-2025 sebesar Rp6,9 triliun, tumbuh 10% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Peningkatan ini menjadi sinyal positif atas solidnya kinerja Elnusa di tengah tantangan industri migas dan dinamika makroekonomi global yang masih berlangsung.
Pertumbuhan ini ditopang oleh kontribusi yang kuat dari seluruh lini bisnis, dengan segmen Penjualan Barang dan Jasa Distribusi & Logistik Energi menjadi penyumbang pendapatan terbesar, yaitu 56% dari total revenue.
Kontribusi signifikan ini berasal dari peningkatan bisnis trading Bahan Bakar Minyak (BBM) industri dan jasa transportasi BBM.
Sementara itu, segmen Jasa Hulu Migas Terintegrasi berkontribusi 33% dengan mempertahankan kinerja melalui layanan teknis dan proyek-proyek strategis.
Segmen Jasa Penunjang Migas berkontribusi sebesar 11%, ditopang oleh kinerja positif dari lini bisnis fabrikasi, marine support, hingga warehouse & data management.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










