Bendungan Cijurey Dukung Swasembada Pangan Nasional
Hefriday | 27 Juli 2025, 16:15 WIB

AKURAT.CO Pemerintah terus memperkuat komitmennya dalam membangun infrastruktur pendukung swasembada pangan dan air melalui pembangunan Bendungan Cijurey di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Proyek strategis nasional ini menjadi bagian penting dari visi jangka panjang Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan swasembada pangan nasional yang berkelanjutan.
Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo menegaskan bahwa Bendungan Cijurey tidak hanya dirancang sebagai pengendali banjir, tetapi juga untuk mendukung sektor pertanian dan penyediaan air bersih bagi masyarakat.
“Bendungan Cijurey dirancang tidak hanya untuk mengendalikan banjir, tetapi juga menyediakan air baku, meningkatkan potensi tenaga listrik, dan meningkatkan produktivitas pertanian yang tujuannya mendukung program swasembada pangan nasional,” ujar Dody dalam keterangannya, Minggu (27/7/2025).
Berlokasi di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Cariu, Sukamakmur, dan Tanjungsari, pembangunan bendungan ini terus dikebut. Hingga akhir Juni 2025, progres fisik proyek telah mencapai 30,30%, sementara progres keuangannya berada di angka 20,39% dari total multiyears contract (MYC) yang telah disepakati.
Bendungan Cijurey akan memiliki kapasitas tampung sebesar 14,37 juta meter kubik dengan luas genangan mencapai 56,15 hektare.
Fasilitas ini nantinya akan mendistribusikan air irigasi ke Daerah Irigasi (DI) Cihoe-Cikumpeni seluas 1.486 hektare dan DI Ciomas-Pasang Bedil seluas 60 hektare. Selain itu, proyek ini diproyeksikan dapat menambah daerah irigasi baru seluas 501 hektare.
Dampak positif lainnya adalah peningkatan indeks pertanaman (IP) dari 180% menjadi 265%. Hal ini berarti lahan pertanian di kawasan sekitar bisa ditanami lebih dari dua kali dalam setahun, sehingga turut mendongkrak produktivitas hasil pertanian lokal.
Selain manfaat pertanian, bendungan ini juga berfungsi sebagai pengendali banjir di wilayah hilir Sungai Cihoe. Debit banjir dengan periode ulang 25 tahunan (Q25) diperkirakan bisa ditekan dari 291,47 meter kubik per detik menjadi 118,53 meter kubik per detik, atau berkurang sekitar 59,33%.
Bendungan Cijurey juga akan menyuplai air baku sebesar 0,71 meter kubik per detik untuk kebutuhan masyarakat di Kecamatan Cariu dan Sukamakmur.
Dari sisi energi, bendungan ini memiliki potensi untuk menghasilkan pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTM) sebesar 1 megawatt dan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) sebesar 10 megawatt.
Adapun pekerjaan konstruksi yang telah berlangsung mencakup pembangunan bendungan utama, saluran pengelak, bangunan pelimpah, instrumentasi, serta pembangunan jalan akses kanan dan kiri.
Beberapa kendala teknis seperti potensi longsor dan kebutuhan relokasi fasilitas umum telah diatasi melalui penyesuaian desain dan koordinasi intensif dengan pihak terkait.
Meskipun menghadapi tantangan teknis, Kementerian PU memastikan proyek ini berjalan sesuai koridor keselamatan konstruksi, tata ruang, dan prinsip keberlanjutan lingkungan.
Koordinasi dengan pemerintah daerah serta pelibatan masyarakat juga terus dilakukan untuk meminimalkan dampak sosial secara adil dan partisipatif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










