Akurat

BRMS Siap Tancap Gas, Targetkan Tambang Emas dan Tembaga Bernilai Rp300 T

Andi Syafriadi | 24 Juli 2025, 20:40 WIB
BRMS Siap Tancap Gas, Targetkan Tambang Emas dan Tembaga Bernilai Rp300 T

AKURAT.CO PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) tengah menjadi sorotan investor setelah mengumumkan potensi luar biasa dari tambang tembaga dan emas yang dimilikinya. Perseroan memiliki cadangan dan sumber daya tembaga masing-masing sebesar 1,2 miliar pon dan 2,6 miliar pon.

Nilai harta karun mineral ini ditaksir mencapai USD19 miliar jika dikonversi ke dalam nilai penjualan. Tak heran, saham BRMS kini mendapatkan rekomendasi beli dengan target harga tinggi dari kalangan analis pasar modal.

Dalam riset terbarunya, Sucor Sekuritas menyebutkan bahwa BRMS telah mengalokasikan dana sebesar USD100 juta untuk mengebor tambang Gorontalo Minerals. Proyek ini dinilai sangat menjanjikan karena berpotensi menemukan deposit porphyry berskala dunia yang mengandung tembaga dan emas, sekelas tambang milik Amman Mineral dan Grasberg milik Freeport Indonesia.

“Proyek ini bisa menemukan deposit porphyry dalam jumlah besar, seperti di tambang Amman Mineral dan Grasberg,” tulis Sucor Sekuritas, dikutip dari lama Investor, Kamis (24/7/2025).

Baca Juga: IHSG Dibuka Nanjak 0,89 Persen, Saham BBCA hingga BRMS Menghijau

Porphyry dikenal sebagai formasi geologi yang memiliki kandungan bijih logam dengan kadar tinggi dan biaya produksi rendah. Bila eksplorasi di Gorontalo berhasil, BRMS akan memperkuat posisinya sebagai pemilik cadangan mineral strategis yang sangat ekonomis.

Gorontalo Minerals sendiri diprediksi menyimpan cadangan emas hingga 3,8 juta ton dan diperkirakan dapat menghasilkan EBITDA sebesar USD6,8 miliar, dengan biaya kas hanya USD1.200 per ons.

Tak hanya Gorontalo, BRMS juga fokus pada pengembangan proyek Citra Palu Mineral (CPM), yang merupakan aset utama perseroan. Target produksi emas CPM akan ditingkatkan dari 65 ribu oz pada 2024 menjadi 183 ribu oz pada 2029.

Peningkatan ini akan didukung oleh penambangan bawah tanah, yang mampu menghasilkan emas dengan kadar lebih tinggi, yakni 4,3 gram per ton, dibandingkan tambang terbuka yang hanya 1,6 gram per ton.

Sucor Sekuritas memperkirakan kadar rata-rata emas CPM mencapai 3,5 gram per ton pada 2029, dengan kebutuhan belanja modal (capex) sebesar USD240 juta dalam lima tahun mendatang.

Dalam riset yang sama, Sucor Sekuritas mempertahankan rekomendasi buy terhadap saham BRMS dengan target harga Rp 750 per saham. Angka ini menunjukkan potensi kenaikan sekitar 58% dari harga saat riset dilakukan.

Rekomendasi ini dilandasi oleh rencana ekspansi BRMS yang dinilai solid, serta fakta bahwa pendanaan proyek telah tersedia.

Baca Juga: Harga Emas Hari Ini, 24 Juli: UBS dan Galeri24 Serentak Naik Lagi

Selain menjadi pemilik cadangan emas besar hingga 5 juta oz, BRMS juga dinilai sebagai salah satu emiten dengan potensi pertumbuhan produksi emas terbesar di Bursa Efek Indonesia. Dengan harga emas dunia yang terus mengalami tren bullish, posisi BRMS dianggap sangat strategis untuk meraih keuntungan besar dalam jangka menengah hingga panjang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Andi Syafriadi