Akurat

Tambang Emas Disebut Biang Kerok Banjir di Sumut, ESDM Bilang Begini

Dedi Hidayat | 1 Desember 2025, 20:39 WIB
Tambang Emas Disebut Biang Kerok Banjir di Sumut, ESDM Bilang Begini

AKURAT.CO Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) buka suara perihal aktifitas pertambangan emas yang disebut menjadi penyebab banjir dan tanah longsor dibeberapa wilayah di Sumatera Utara (Sumut).

Adapun, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) menyoroti masifnya pembukaan hutan di kawasan Batang Toru, Tapanuli Selatan, yang dinilai turut memperparah bencana banjir bandang yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung menyampaikan bahwa dari informasi yang didapatkann oleh pihaknya pertambangan emas tersebut jauh dari lokasi terjadinya bencana banjir dan tanah longsor.

Baca Juga: ESDM: Jaringan Listrik Sumbar Mulai Pulih Usai Banjir dan Longsor

"Iya katanya wilayah kerjanya jauh (dari lokasi banjir)," kata Yuliot di Kementerian ESDM, Senin (1/12/2025).

Lebih lanjut, ketika ditanya apakah pembalakan liar menjadi penyebab banjir tersebut, Yuliot menuturkan bahwa pihaknya akan melakukan pengecekan langsung ke lapangan.

Selain itu, Yuliot juga mengatakan, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia akan memantau langsung melalui pantauan udara pada esok hari.

"Ini dicek di lapangan. Besok Pak Menteri akan lihat dari atas besok," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan duka cita mendalam atas bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera akibat cuaca ekstrem dalam beberapa hari terakhir.

Plt. Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Lana Saria mengatakan bahwa prioritas utama pemerintah saat ini adalah penanganan warga terdampak dan pemulihan wilayah.

"Kami di Kementerian ESDM menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas bencana alam yang terjadi di beberapa wilayah di Sumatera. Prioritas utama pemerintah saat ini adalah penanganan warga terdampak dan pemulihan wilayah," kata Lana dikutip dari laman Kementerian ESDM, Minggu (30/11/2025).

Baca Juga: Kementerian ESDM Sebut Cuaca Ekstrem dan Kondisi Geografis Picu Bencana di Wilayah Aceh dan Sumatera

Badan Geologi Kementerian ESDM, sambung Lana, menjelaskan bahwa bencana di lima kabupaten, yaitu Humbang Hasudutan, Agam, Mandailing Natal, Gayo Lues, dan Aceh Tenggara dipicu oleh tiga faktor utama, dengan curah hujan tinggi hingga ekstrem sebagai faktor dominan.

Kondisi geomorfologi yang curam hingga sangat curam serta litologi yang lapuk dan mudah tererosi turut memperparah kerentanan wilayah tersebut.

“Pengendalian tata guna lahan pada lereng curam termasuk pembatasan pembukaan lahan baru dan perbaikan drainase permukaan merupakan langkah struktural yang sangat menentukan dalam menurunkan risiko pada kawasan permukiman," jelasnya.

Terkait longsor yang terjadi di dua kabupaten di Sumatera Utara, Lana menambahkan bahwa lokasi bencana umumnya berada di kawasan perbukitan curam hingga sangat curam yang mengelilingi Kota Sibolga, khususnya di sisi timur-selatan.

"Berdasarkan Peta Zona Kerentanan Gerakan Tanah, secara umum Kota Sibolga berada pada zona potensi gerakan tanah menengah-tinggi, yang berarti wilayah ini dapat dan atau sering mengalami kejadian gerakan tanah," ujarnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.