Koperasi Desa Merah Putih Jadi Senjata Permanen Pemerintah Tangkal Beras Oplosan

AKURAT.CO Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyatakan bahwa keberadaan Koperasi Desa (Kopdes) atau Koperasi Kelurahan (Kopkel) Merah Putih akan menjadi solusi permanen dalam mengatasi persoalan beras oplosan yang meresahkan masyarakat.
Hal ini disampaikannya dalam acara “Gerakan Pangan Murah Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP)” di Jakarta, Jumat (18/7/2025).
Zulkifli, yang akrab disapa Zulhas, menekankan bahwa infrastruktur koperasi di tingkat desa akan menjadi instrumen distribusi pangan yang aman dan dapat diandalkan.
Baca Juga: 80.000 Kopdes Merah Putih Diresmikan 21 Juli 2025, Seluruh Pemda Harus Hadir
“Kita akan mencoba menyelesaikan secara permanen, kita membangun infrastruktur yang permanen, dengan apa? Koperasi Desa,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan Kopdes akan mempermudah penyaluran berbagai bantuan pemerintah seperti beras SPHP, sehingga masyarakat dapat mengakses pangan dengan harga terjangkau secara langsung melalui unit koperasi yang tersebar di seluruh desa.
Selain itu, Kopdes juga diharapkan mampu memangkas peran tengkulak dan praktik curang dalam distribusi pangan, termasuk praktik pengoplosan beras.
“Jadi kita akan bangun permanen, memangkas tengkulak-tengkulak, memangkas permainan-permainan itu dengan permanen melalui Kopdes,” tegas Zulhas.
Temuan Satgas Pangan dan Kementerian Pertanian mengungkap bahwa terdapat 212 merek beras yang diduga merupakan hasil oplosan, yakni campuran antara beras kualitas medium dan premium.
Zulhas menegaskan bahwa pemerintah akan bersikap tegas terhadap para pelaku kecurangan ini.
“Kalau jualan A, ya A. Kalau B, ya B. Jangan jadi sesuatu yang biasa. Itu melanggar. Makanya, tindak tegas,” katanya.
Baca Juga: Kopdes Merah Putih Diandalkan Jadi Motor Ekonomi Desa Modern
Dirinya menambahkan bahwa Satgas Pangan akan terus bergerak untuk melakukan pengawasan secara aktif, sembari membangun sistem distribusi baru yang lebih aman melalui Kopdes.
Peluncuran nasional program Kopdes/Kopkel Merah Putih yang semula dijadwalkan pada 19 Juli 2025 diundur menjadi 21 Juli 2025. Penundaan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan seluruh elemen pemerintah dan masyarakat dalam mendukung gerakan koperasi ini.
Hingga pertengahan Juli 2025, tercatat sekitar 81 ribu Kopdes atau Kopkel Merah Putih telah terbentuk. Dari jumlah tersebut, sebanyak 77 ribu koperasi telah mengantongi status badan hukum. Selain itu, terdapat 103 Kopdes percontohan yang telah beroperasi di 103 kabupaten dan tersebar di 38 provinsi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 3Jubir KPK: Kepala Kantor BPN Mojokerto adalah Istri dari Dirjen Kementerian ATR/BPN Lampri
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 6Prediksi Italia vs Belgia 26 September 2026: Skor, H2H, Starting XI, dan Semua Prediksi
- 7Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 8Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK









