Kosgoro Siapkan Kader dan Teknologi untuk Dorong Akselerasi Program Kopdes

AKURAT.CO Ketua Umum PPK Kosgoro 1957, Dave Laksono, menegaskan pentingnya aspek pendidikan, teknologi, dan manajemen dalam mendukung keberhasilan program koperasi pemerintah.
Dirinya mengatakan, Kosgoro siap berkontribusi melalui pemanfaatan institusi pendidikan dan jaringan kewirausahaan yang dimiliki, termasuk dalam hal pelatihan dan pendampingan sumber daya manusia.
“Kami memiliki kampus, sekolah, hingga lembaga pelatihan. Kami bisa membantu dalam pelatihan, penyiapan kader, pembentukan unit usaha, dan pengelolaan produk masyarakat,” jelas Dave.
Baca Juga: Kosgoro Siap Jalankan Program Ekonomi Rakyat Presiden Prabowo
Dirinya menilai, agar program koperasi seperti Kopdes Merah Putih atau Koperasi Kelurahan (Kopkel) bisa berjalan optimal, dibutuhkan dukungan dari sisi manajemen usaha hingga pengendalian mutu produk dan sistem pemasaran. Tidak kalah penting, kata Dave, adalah pertanggungjawaban keuangan dan pelaporan usaha koperasi yang harus profesional dan transparan.
“Semua aspek itu saling berkaitan untuk mencapai tujuan utama. Tidak cukup hanya mendirikan koperasi, tapi harus dikelola secara sistematis,” tegasnya.
Lebih lanjut, Dave menjelaskan bahwa Kosgoro memiliki Institut Bisnis dan Informatika (IBI) Kosgoro, yang bisa menjadi tulang punggung pelatihan berbasis teknologi informasi dan kewirausahaan. Lembaga ini telah melahirkan banyak tenaga terlatih yang bisa diberdayakan untuk mendampingi koperasi di daerah.
“Kami bisa siapkan Training of Trainers (ToT), pelatihan literasi keuangan, manajemen koperasi, hingga digitalisasi pemasaran. Semua bisa disesuaikan dengan kebutuhan daerah,” katanya.
Baca Juga: Ketum Golkar: Di Bawah Kepemimpinan Dave Laksono, Kosgoro 1957 Makin Berjaya
Menurut Dave, koperasi harus mampu menjadi tulang punggung ekonomi lokal dengan produk berkualitas dan jaringan distribusi yang efisien.
Dave menekankan pentingnya memastikan produk-produk lokal memiliki standar mutu, strategi pemasaran, dan daya saing agar benar-benar menjadi bagian dari rantai pasok nasional.
Selain itu, Kosgoro juga akan membantu dalam proses identifikasi potensi ekonomi desa dan pembentukan unit usaha baru yang sesuai dengan kebutuhan dan keunggulan lokal.
“Jaringan kami sudah ada di seluruh nusantara. Tinggal kita arahkan dan optimalkan untuk mendukung program koperasi ini,” ujarnya.
Oleh karena itu, lanjutnya, keterlibatan Kosgoro dalam program koperasi tidak dimotivasi oleh kepentingan politik, melainkan sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap agenda pembangunan nasional.
“Ini bagian dari pengabdian. Kita tidak bicara soal politik, tapi tentang bagaimana kita bisa membangun bangsa ini lewat gerakan koperasi,” katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










