Akurat

Bulog Coret Pelaku Judol dan Terorisme dari Daftar Penerima Bantuan

Hefriday | 14 Juli 2025, 13:40 WIB
Bulog Coret Pelaku Judol dan Terorisme dari Daftar Penerima Bantuan

AKURAT.CO Direktur Utama Perum Bulog, Mayjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan bahwa masyarakat yang terbukti terlibat dalam praktik judi online (judol) dan kegiatan terorisme tidak akan diberikan bantuan pangan dari pemerintah. Ketentuan ini disebut Rizal sebagai bagian dari upaya pemerintah menjaga ketepatan sasaran program bantuan.

“Sesuaikan dengan aturan pemerintah, masyarakat yang terlibat judi online dan terorisme tidak diizinkan menerima bantuan pangan,” kata Rizal dalam Rapat Pengendalian Inflasi Daerah secara daring di Jakarta, Senin (14/7/2025).

Dirinya meminta seluruh kepala daerah dan jajaran Bulog di setiap wilayah untuk melakukan pengecekan ulang terhadap data penerima manfaat. Rizal menekankan bahwa pendataan harus dilakukan secara cermat agar bantuan pangan tidak jatuh ke tangan yang salah.

Baca Juga: Pidana Pemain Judol

“Saya peringatkan untuk didata, dicek ulang siapa saja penerima manfaat yang terlibat judol dan kelompok radikal. Mereka harus langsung dicoret dari daftar penerima bantuan,” tegasnya.

Rizal juga menambahkan bahwa langkah ini merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk menegakkan integritas dalam penyaluran bantuan sosial.

Bulog mendapat penugasan dari pemerintah untuk menyalurkan bantuan pangan berupa beras kepada keluarga penerima manfaat (KPM) selama Juni dan Juli 2025. Setiap KPM akan menerima 10 kilogram beras per bulan, sehingga total selama dua bulan mencapai 20 kilogram per keluarga.

Selain menyalurkan bantuan, Bulog juga tengah mengembangkan aplikasi digital yang terintegrasi dengan mitra transporter. Aplikasi ini memungkinkan pemantauan distribusi beras secara real time, sehingga pengiriman dapat dilacak mulai dari pengangkutan hingga titik distribusi.

“Karena penerimanya sudah by name, by address, maka aplikasi ini memungkinkan kita melacak pengiriman dengan lebih transparan. Ini akan memperkecil potensi penyalahgunaan,” ujar Rizal.

Dirinya juga menyebutkan bahwa sistem ini sebagai langkah modernisasi dalam pengawasan distribusi bantuan.

Baca Juga: Ayah Kecanduan Judol, Farel Prayoga Sering Bilangin untuk Berhenti

Untuk memastikan keamanan dan kualitas distribusi, Bulog juga memperhatikan pengemasan beras bantuan. Rizal memastikan kemasan yang digunakan tahan pecah dan bocor, sehingga aman dibawa bahkan ke daerah-daerah terpencil seperti Papua dan wilayah timur Indonesia lainnya.

Pengiriman beras dilakukan dengan sistem kerja sama antara Bulog dan pihak transporter. Beras akan diantar langsung ke titik pembagian dengan pengawasan dari aparat daerah atau pemerintah setempat, guna menjamin keakuratan dan ketepatan sasaran penerima.

Tak hanya bantuan pangan, Bulog juga ditugaskan oleh pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) untuk menyalurkan 1,3 juta ton beras dalam rangka Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sepanjang Juli hingga Desember 2025.

Langkah tegas pemerintah ini juga didorong oleh temuan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Sepanjang tahun 2024, PPATK mengidentifikasi 571.410 nomor induk kependudukan (NIK) penerima bansos yang ternyata aktif bermain judi online.

Dari hasil investigasi, total transaksi judol yang dilakukan oleh kelompok ini mencapai Rp957 miliar dengan 7,5 juta kali transaksi. Fakta tersebut menjadi perhatian serius pemerintah dalam upaya menata ulang penerima manfaat bansos agar lebih adil dan tepat sasaran.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Andi Syafriadi