Akurat

Indonesia-Timor Leste Perkuat Kerja Sama Ekonomi Lewat Skema Re-Export

Hefriday | 12 Juli 2025, 16:29 WIB
Indonesia-Timor Leste Perkuat Kerja Sama Ekonomi Lewat Skema Re-Export

AKURAT.CO Indonesia dan Timor Leste kembali mempererat hubungan ekonomi bilateral melalui forum strategis yang membahas potensi kerja sama dagang, termasuk pemanfaatan skema re-export untuk menembus pasar Amerika Serikat (AS) dengan tarif ekspor rendah.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia serta Menteri Perdagangan dan Industri (MCI) Timor Leste, Nino Filipus Pereira. Fokus utama pembahasan adalah peluang kerja sama ekonomi yang lebih seimbang dan saling menguntungkan.

Wakil Ketua Umum Bidang Diplomasi Multilateral Kadin Indonesia, Andi Anzar Cakra Wijaya, mewakili Ketua Umum Kadin Anindya Bakrie dan WKU Koordinator Bidang Luar Negeri James T. Riady, menekankan pentingnya forum ini dalam mengoptimalkan relasi ekonomi dua negara.

"Kita banyak belajar sebagai saudara bersama Timor Leste selama puluhan tahun. Sekarang kita punya peluang memanfaatkan tarif ekspor rendah Timor Leste ke AS, sebagai jalan untuk memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar global,” jelas Andi Anzar dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu (12/7/2025).

Baca Juga: Kadin Gandeng IAPI Genjot Literasi Akuntansi dan Kepatuhan Pajak Pengusaha

Dirinya juga menyoroti ketimpangan neraca perdagangan yang masih defisit di pihak Timor Leste. Menurutnya, Indonesia sebagai negara tetangga harus berperan aktif membantu memperbaiki keseimbangan perdagangan bilateral tersebut.

Sementara itu, Menteri Nino Pereira menyampaikan bahwa tarif ekspor Timor Leste ke AS saat ini hanya sekitar 10%, membuka peluang strategis bagi pelaku usaha Indonesia untuk memanfaatkan skema re-export.

"Kami berharap pengusaha Indonesia dapat menjadikan Timor Leste sebagai hub ekspor ke Amerika Serikat, sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan kedua negara,” ujar Nino.

Selain itu, Timor Leste juga menawarkan kolaborasi di sektor industri, pertanian, perikanan, serta membuka peluang investasi di kawasan industri baru yang sedang dikembangkan.

Nino juga menegaskan niat Timor Leste untuk menekan defisit perdagangan dengan Indonesia melalui peningkatan ekspor produk lokal ke pasar Tanah Air.

“Kami ingin mulai memasukkan produk Timor Leste ke Indonesia agar neraca perdagangan kami bisa lebih seimbang,” tambahnya.

Dalam forum ini, ekonom senior dan Komisaris Utama MIND ID, Fuad Bawazier, memberikan pandangan strategis mengenai pentingnya Indonesia menjadi negara produsen, bukan hanya konsumen. Ia mengingatkan agar Indonesia belajar dari keberhasilan Tiongkok dalam mentransformasi diri dari pasar ke produsen global.

Baca Juga: Kadin Gelar Retreat di Magelang, Bahas Strategi Capai Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

"China dulu hanya dianggap pasar potensial, tapi mereka berubah jadi produsen tangguh. Kita harus bisa menempuh jalur yang sama,” tegas Fuad.

Acara ini juga dihadiri oleh sejumlah pengurus Kadin Indonesia dari berbagai bidang strategis seperti ekspor, UMKM, pertanian, infrastruktur, dan kewilayahan. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen bersama untuk mendorong kerja sama ekonomi yang inklusif antara Indonesia dan Timor Leste.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Andi Syafriadi