Akurat

Koperasi Desa Merah Putih, Strategi Penguatan Ekonomi Rakyat dari Akar Rumput

Hefriday | 3 Juli 2025, 16:29 WIB
Koperasi Desa Merah Putih, Strategi Penguatan Ekonomi Rakyat dari Akar Rumput

AKURAT.CO Pemerintah tengah mendorong pembentukan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih sebagai bagian dari strategi penguatan struktur ekonomi dari tingkat paling bawah, yaitu desa. Gagasan ini mendapat dukungan penuh dari Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, yang menilai inisiatif tersebut sebagai langkah strategis dalam membangkitkan ekonomi masyarakat secara partisipatif dan berbasis potensi lokal.

“Ide Koperasi Merah Putih itu adalah ide yang sangat bagus, yang datang dari Presiden. Kita memberikan dukungan penuh karena ini dalam rangka menghidupkan ekonomi di bawah,” ujar Misbakhun dalam keterangan pers di Jakarta, Kamis (3/7/2025).

Misbakhun menekankan pentingnya memahami Kopdes Merah Putih tidak sekadar sebagai entitas formal, melainkan juga sebagai wadah aktivitas ekonomi produktif di tingkat desa. Menurutnya, koperasi desa ini memiliki potensi untuk menggerakkan sektor-sektor unggulan seperti pertanian, perikanan, dan perkebunan sesuai karakteristik wilayah masing-masing.

Baca Juga: Pemerintah Rangkul HKTI dalam Program 80.000 Kopdes Merah Putih

Namun, ia menegaskan, inisiatif pengembangan koperasi harus bersumber dari masyarakat desa itu sendiri agar tumbuh secara organik dan berkelanjutan.

“Koperasi itu ide datang dari atas, tapi gerakannya harus dari bawah. Keterlibatan masyarakat adalah kunci utama,” katanya.

Untuk menjamin keberlangsungan dan efektivitas koperasi desa ini, Misbakhun menggarisbawahi pentingnya tata kelola yang baik, profesional, dan transparan. Ia juga mendorong keterlibatan kader-kader ekonomi desa yang memiliki kompetensi dalam menjalankan entitas bisnis koperasi.

Dari sisi pembiayaan, Kopdes Merah Putih akan didukung oleh bank-bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Namun, Misbakhun mengingatkan bahwa setiap pembiayaan harus diiringi tanggung jawab untuk mengembalikan pinjaman dan didasari oleh studi kelayakan yang jelas.

“Kalau mereka mendapatkan kredit, ya kreditnya harus dikembalikan. Kalau ingin melakukan bisnis, harus jelas feasibility study-nya,” tegasnya.

Program Kopdes Merah Putih sendiri merupakan bagian dari agenda prioritas Presiden Prabowo Subianto. Menteri Koperasi dan UKM Budi Arie Setiadi menyebut, Presiden menargetkan seluruh koperasi desa bisa beroperasi efektif paling lambat pada akhir tahun 2025.

Baca Juga: Presiden Prabowo Bakal Resmikan Kopdes Merah Putih pada Juli 2025

Saat ini, Kementerian Koperasi dan UKM melaporkan telah terbentuk sebanyak 80.400 Kopdes Merah Putih. Dari jumlah tersebut, sebanyak 92 koperasi dipilih sebagai model percontohan yang akan diuji coba terlebih dahulu dalam tahap operasional.

Peluncuran perdana 92 Kopdes Merah Putih percontohan akan dilaksanakan pada 19 Juli 2025 di Klaten, Jawa Tengah, dan dijadwalkan diresmikan langsung oleh Presiden Prabowo.

Wakil Menteri Koperasi Ferry Juliantono, yang juga menjabat Koordinator Ketua Pelaksana Harian Satgas Percepatan Pembentukan Kopdes Merah Putih, mengungkapkan bahwa pembiayaan koperasi percontohan akan didukung oleh empat lembaga utama: Himbara, Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB), Bank Pembangunan Daerah (BPD), serta koperasi simpan pinjam (KSP).

“Skema pembiayaan ini akan dituangkan secara legal melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) yang akan diterbitkan dalam waktu dekat,” ujar Ferry.

Dari sisi lain, Kementerian Koperasi juga melihat Kopdes Merah Putih sebagai pintu masuk untuk memperluas penetrasi asuransi dan literasi keuangan di desa.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Andi Syafriadi