Dukung Ekspor Produk UMKM, Mendag Tekankan Daya Saing
Yosi Winosa | 1 Juli 2025, 17:50 WIB

AKURAT.CO Sejak diluncurkan pada 2019, program ekspor produk lokal melalui platform e-commerce telah mencatat pencapaian signifikan. Hingga semester pertama tahun 2025, total 60 juta produk UMKM Indonesia berhasil menembus pasar internasional.
Capaian ini merupakan hasil kolaborasi erat antara sektor swasta, khususnya Shopee, dan dukungan penuh dari pemerintah melalui Kementerian Perdagangan.
Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso, menegaskan pentingnya inovasi dalam strategi ekspor UMKM. Menurutnya, tidak cukup hanya menjual secara konvensional. UMKM perlu beradaptasi dengan perkembangan zaman dan teknologi.
"Kalau dulu jualan hanya di pasar lokal, sekarang bisa lewat Shopee dan langsung ekspor. Tapi yang paling penting adalah produk harus punya daya saing, baik dari sisi kualitas, desain, hingga kemasan," ujar Budi saat ditemui usai acara Peluncuran Program Ekspor Shopee, Selasa (1/7/2025).
Kementerian Perdagangan juga menyediakan berbagai pelatihan untuk mendukung kesiapan ekspor UMKM, termasuk pelatihan desain dan kemasan melalui Indonesia Design Center (IDC) yang berlokasi di Grogol, Jakarta.
Klinik desain ini membantu pelaku usaha memperbaiki tampilan produknya agar layak bersaing di pasar internasional, semuanya diberikan secara gratis.
Untuk memperkuat penetrasi pasar, Kemendag juga memanfaatkan perwakilan perdagangan di 33 negara, seperti Atase Perdagangan dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC). Mereka ditugaskan tidak hanya mempromosikan produk Indonesia, tetapi juga mencarikan buyer potensial bagi UMKM.
“Setiap perwakilan kami di luar negeri kini memiliki target ekspor spesifik untuk UMKM,” kata Budi.
Contohnya, bila target ekspor nasional ke Malaysia 15 persen, maka sebagian dari itu ditargetkan berasal dari produk UMKM.
Hingga Mei 2025, telah dilakukan 690 business matching melibatkan 464 UMKM, dengan total nilai transaksi mencapai USD68,65 juta atau sekitar Rp1 triliun. Sebagian besar dari pelaku usaha ini merupakan eksportir pemula.
Budi menyatakan bahwa kontribusi UMKM terhadap total ekspor nasional terus meningkat. Target pertumbuhan ekspor tahun ini berada di angka 7,1%, jauh meningkat dari realisasi tahun sebelumnya yang hanya 2,29%.
“Saat ini, kita berada dalam masa transisi dari perdagangan offline ke online. Transformasi ini harus dipercepat agar berjalan mulus dan merata. Semua pihak, baik pemerintah maupun swasta seperti Shopee, harus bekerja sama,” tuturnya.
Pemerintah dan Shopee optimistis bahwa semester II tahun 2025 akan mencatat pertumbuhan ekspor produk lokal yang lebih tinggi, seiring perluasan program ekspor dan peningkatan kualitas produk UMKM.
Kolaborasi lintas sektor dan pendampingan yang berkelanjutan diharapkan mampu membuka jalan lebih lebar bagi pelaku UMKM Indonesia dalam persaingan global.
"Intinya bukan hanya bagaimana ekspor itu terjadi, tapi bagaimana kita siapkan UMKM agar tahan banting dan mampu berkembang secara berkelanjutan," tukas Budi Santoso
Senada, Deputy Director of Government Relations Shopee Indonesia, Balques Manisang, menyatakan, dari total 60 juta produk yang telah diekspor sejak 2019, sebanyak 10 juta produk di antaranya tercatat hanya dalam enam bulan pertama tahun 2025.
“Produk-produk ekspor yang paling diminati mencakup kategori fashion, perlengkapan rumah tangga, dan peralatan olahraga,” ujar Balques.
Fokus utama program ini adalah mempermudah pelaku UMKM agar produknya dapat menjangkau pasar luar negeri melalui sistem digital yang efisien dan berskala global.
Sebagai bagian dari inovasi, Shopee memperkenalkan program Shopee Ekspor Flexi. Program ini memungkinkan pelaku UMKM untuk mengatur sendiri strategi penjualan di pasar luar negeri, mulai dari penentuan harga, promosi, hingga pengelolaan toko online. Ini menjadi pelengkap dari program Ekspor Reguler yang pengelolaannya bersifat otomatis.
Balqis menjelaskan bahwa kemudahan akses ekspor kini menjadi lebih inklusif dan fleksibel.
“Kami percaya produk lokal Indonesia punya daya saing. Dengan semangat kolaborasi dan digitalisasi, UMKM bisa mengangkat nama Indonesia di panggung global,” tambahnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










