Kementerian ESDM Patok Lifting Migas 2026 Naik ke 610 Ribu Barel
Camelia Rosa | 30 Juni 2025, 22:27 WIB

AKURAT.CO Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan produksi minyak siap jual atau lifting pada 2026 berada di kisaran 600.000 hingga 610.000 ribu barel oil per hari (bph).
Asal tahu saja, angka ini hanya meningkat sebesar 5.000 bph dibandingkan target yang telah dipatok dalam Anggaram yang dipatok pada APBN 2025 sebesar 605.000 bph. Sementara itu, lifting gas bumi ditargetkan mencapai 5.338 hingga 5.695 mmscfd atau setara 953.000 - 1.017.000 barel oil per day equivalent (boepd).
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM, Tri Winarno mengatakan target itu nantinya akan dibahas lebih lanjut oleh pihaknya bersama DPR RI.
"Ada pun untuk target tahun 2026 adalah, mungkin nanti bareng-bareng kita lakukan pembahasan berkait dengan hal ini, antara 600.000 sampai dengan 610.000 barrel oil per day untuk lifting minyak bumi," jelas Tri dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Senin (30/6/2025).
Tri menuturkan, target tersebut nantinya akan dioptimalisasikan dengan beberapa hal seperti penerapan teknologi enhanced oil recovery atau EOR dan juga multistage factoring.
Kemudian reaktifasi sumur dan lapangan idle, serta implementasi Permen ESDM No.14 Tahun 2025 yang memberikan keleluasaan bagi Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dalam menggandeng mitra kerja mengelola lapangan migas yang tidak aktif.
Dalam kesempatan ini, Tri juga menyebutkan bahwa realisasi lifting Migas hingga Mei 2025 sebesar 568.000 bph dari target APBN sebesar 605.000 bph. "Kemudian realisasi lifting gas bumi sebesar 5530 mmscfd dari target 5628 atau setara dengan 987.500 barrel oil per day," tukas Tri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










