Target Lifting Minyak 2025 Capai 605 Ribu Barel, Bahlil Optimistis Tercapai

AKURAT.CO Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengamh optimis target lifting minyak bumi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2025 sebesar 605.000 barel per hari (bph) serta target jangka panjang 900 ribu-1 juta bph pada 2029-2030 dapat tercapai.
Keyakinan ini diungkapkannya berkat terobosan teknologi dan komitmen investasi yang kuat. Bahlil menekankan pentingnya mewujudkan swasembada energi sesuai instruksi Presiden Prabowo.
"Atas arahan Bapak Presiden Republik Indonesia Prabowo, untuk urusan energi kita harus masuk pada swasembada energi target lifting kita harus 900 ribu-1 juta barel dan atas kerja keras kita semua baik dari Pertamina maupun Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang lain Insyaallah target APBN untuk lifting minyak sebesar 605.000 barel per day Insyaallah akan kita bisa wujudkan bersama-sama," terangnya, dikutip Minggu (29/6/2025).
Baca Juga: Bahlil Lantik Rilke Jeffri Huwei Jadi Dirjen Gakkum Kementerian ESDM
Salah satu langkah konkret adalah percepatan penambahan produksi sebesar 30 ribu bph oleh ExxonMobil Cepu Limited.
"Ini merupakan suatu capaian yang sangat baik. Produksi dari blok Cepu itu, total produksi yang dilakukan oleh Exxon pada tahun 2025 diharapkan pada puncaknya sekitar 180 ribu barel per hari," tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Yuliot turut menyambut optimisme tersebut. Ia menegaskan bahwa pencapaian bertahap akan menjembatani produksi rata-rata tahun lalu yang mencapai sekitar 570 ribu bph menuju target APBN.
"Kalau kita lihat rata-rata produksi pada tahun lalu sekitar 570 ribu barel per hari, berarti target produksi yang ditetapkan APBN 605 ribu barel per hari akan bisa tercapai. Kemudian untuk beberapa tahun ke depan sesuai dengan target yang disampaikan oleh Bapak Presiden, kita akan meningkatkan produksi pada tahun 2029 sekitar 900 ribu sampai dengan 1 juta barel per hari," tutur Yuliot.
Baca Juga: DPR Desak ESDM Segera Bentuk Ditjen Gakkum untuk Awasi Tambang di Kaltim
Untuk merealisasikan target tersebut, Yuliot memaparkan tiga strategi utama. Pertama, percepatan pelaksanaan eksplorasi melalui penawaran 61 wilayah kerja baru bagi pelaku usaha. Kedua, pemanfaatan teknologi mutakhir seperti Enhanced Oil Recovery (EOR) dan horizontal fracking untuk meningkatkan perolehan minyak.
Ketiga, penyederhanaan regulasi di sektor hulu migas, termasuk evaluasi insentif dan integrasi perizinan agar proses investasi dan produksi berjalan lebih cepat dan efisien.
"Melalui sinergi pemerintah, Pertamina, KKKS, dan teknologi terkini, upaya peningkatan produksi minyak diharapkan pemerintah dapat berkontribusi signifikan terhadap ketahanan energi nasional dan terwujudnya swasembada energi sesuai target," tukas Yuliot.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










