Akurat

RI Perkuat Ekspor Sarang Burung Walet ke Jepang

Hefriday | 14 Juni 2025, 21:20 WIB
RI Perkuat Ekspor Sarang Burung Walet ke Jepang

AKURAT.CO Indonesia menegaskan kembali posisinya sebagai produsen utama sarang burung walet dunia dalam temu wicara yang digelar di Osaka, Jepang. 

Wakil Menteri Perdagangan RI, Dyah Roro Esti Widya Putri, menyampaikan bahwa lebih dari 90% produksi sarang burung walet global berasal dari Indonesia, menjadikan komoditas ini sebagai aset unggulan yang memiliki potensi ekonomi dan kesehatan luar biasa.
 
Dalam acara yang diadakan bersama Echo Nusantara tersebut, Wamendag Roro menekankan bahwa minuman sarang burung tengah mengalami lonjakan popularitas, seiring dengan meningkatnya kesadaran global terhadap solusi kesehatan alami. 
 
“Pasar Jepang sangat menghargai kemurnian bahan dan pendekatan holistik terhadap kesehatan. Hal ini menjadikan Jepang sebagai mitra ideal dalam mengembangkan produk kesehatan berbasis sarang burung,” ujar Wamendag Roro dalam keterangannya, Sabtu (14/6/2025). 
 
 
Roro menjelaskan bahwa Indonesia memiliki keunggulan kompetitif dari sisi kualitas, metode pengolahan yang higienis, serta praktik pemanenan yang berkelanjutan.
 
Hal ini diperkuat oleh sistem keterlacakan yang terus ditingkatkan oleh pemerintah guna memenuhi standar ketat negara tujuan ekspor seperti Jepang. 
 
Dirinya menambahkan, produk sarang burung Indonesia tidak hanya bernilai tinggi secara ekonomi, namun juga secara budaya karena mencerminkan warisan tradisional yang kuat.
 
Sarang burung walet dikenal luas karena kandungan nutrisinya yang tinggi, terutama asam amino, protein, dan mineral yang dipercaya bermanfaat bagi daya tahan tubuh, kecantikan kulit, serta kesehatan pernapasan.
 
Di Jepang, produk ini dianggap sebagai bagian dari gaya hidup sehat dan sering dikonsumsi dalam bentuk minuman fungsional.
 
Dalam pertemuan tersebut, Wamendag juga mengundang para investor dan distributor Jepang untuk menjalin kemitraan jangka panjang dengan para pelaku usaha Indonesia.
 
Menurutnya, potensi pengembangan produk kesehatan berbasis sarang burung di pasar Jepang sangat besar, terutama jika dikombinasikan dengan inovasi dalam penelitian, desain kemasan, dan strategi pemasaran yang sesuai dengan selera lokal.
 
“Kami percaya bahwa kerja sama ini tidak hanya menguntungkan secara bisnis, tetapi juga mampu mempererat hubungan bilateral Indonesia–Jepang dalam bidang perdagangan, inovasi, dan pengembangan berkelanjutan,” kata Roro. 
 
Roro juga mengajak para pelaku usaha Jepang untuk terlibat dalam proses produksi dan eksplorasi produk bersama yang mengedepankan keaslian dan kualitas.
 
Sementara itu, CEO Echo Nusantara, Sachi Sophia K. Djojohadikusumo, menuturkan bahwa perusahaannya hadir sebagai representasi kekayaan alam dan budaya Indonesia melalui produk sarang burung walet.
 
Menurutnya, permintaan dari buyer internasional terus meningkat, termasuk dari sejumlah retailer ternama seperti Isetan Jepang.
 
“Kami membutuhkan dukungan dari pemerintah, khususnya Kementerian Perdagangan, agar terus dapat bersaing secara global dan mengangkat pamor sarang burung walet Indonesia di kancah internasional,” ujar Sachi. 
 
Sachi berharap kolaborasi antara sektor swasta dan pemerintah dapat menciptakan ekosistem ekspor yang kuat, berkelanjutan, dan adaptif terhadap permintaan pasar.
 
Indonesia, lanjut Roro, tidak hanya mengekspor produk, tetapi juga menyebarkan nilai-nilai kearifan lokal, keberlanjutan, dan semangat hidup sehat yang telah diwariskan turun-temurun. 
 
“Kekayaan hayati Indonesia adalah kontribusi nyata bagi kesehatan masyarakat global. Ini adalah momentum untuk memperluas jangkauan dan meningkatkan daya saing produk unggulan kita,” tukasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa