Akurat

Hilirisasi Pertanian Ala Amran

Hefriday | 11 Juni 2025, 16:44 WIB
Hilirisasi Pertanian Ala Amran

AKURAT.CO Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa strategi hilirisasi menjadi kunci utama dalam mentransformasi sektor pertanian Indonesia.

Menurutnya, melalui hilirisasi, produk pertanian dapat memiliki nilai tambah yang signifikan sehingga berdampak langsung pada kesejahteraan petani, ketahanan pangan nasional, dan daya saing komoditas di pasar global.

Mentan menyebutkan bahwa pemerintah telah menyiapkan strategi investasi sektor pertanian secara terarah dan berorientasi hasil. Dengan total investasi sebesar Rp371 triliun, potensi keuntungan yang bisa dihasilkan mencapai Rp9.000 triliun. 
 
Tidak hanya itu, pengembangan sektor ini diproyeksikan mampu menciptakan delapan juta lapangan kerja baru, yang menjadi salah satu solusi pengentasan kemiskinan di pedesaan.
 
“Hilirisasi produk pertanian merupakan jalan cepat Indonesia untuk menjadi negara mandiri dan berpengaruh secara global,” ujar Mentan Amran dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu (10/6/2025). 
 
Ia mencontohkan bagaimana kelapa dalam yang sebelumnya hanya bernilai Rp1.350 per kilogram, dapat melonjak menjadi Rp145.000 per liter jika diolah menjadi Virgin Coconut Oil (VCO).
 
Hal serupa juga berlaku untuk komoditas kakao dan mete yang dapat mengalami peningkatan nilai hingga puluhan kali lipat. Bahkan, kelapa sawit kini telah bertransformasi menjadi biofuel jenis B50, yang digunakan sebagai energi alternatif pengganti solar.
 
 
Amran juga menyoroti ancaman krisis pangan global yang saat ini melanda sedikitnya 58 negara. Ia mengingatkan bahwa krisis pangan tidak hanya berdampak pada sektor ekonomi dan kesehatan masyarakat, tetapi juga berpotensi memicu konflik sosial dan instabilitas politik. 
 
Oleh karena itu, pembangunan sektor pertanian dari hulu ke hilir menjadi urgensi yang tak bisa ditunda. “Kalau kebijakan bermasalah, maka negara juga akan bermasalah. Maka dari itu, sektor pertanian harus diperkuat dari hulu ke hilir,” tegasnya. 
 
Dalam merespons situasi tersebut, Kementerian Pertanian mengambil sejumlah langkah strategis, seperti refocusing anggaran agar lebih tepat sasaran, menyederhanakan 241 regulasi yang menghambat produksi, serta meningkatkan infrastruktur dan sarana pertanian di berbagai daerah.
 
Hasil dari upaya tersebut mulai terlihat. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa produksi beras nasional pada Januari hingga Juli 2025 mencapai 21 juta ton, naik 14,49% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
 
Peningkatan ini menunjukkan bahwa langkah-langkah reformasi yang dilakukan memberikan dampak nyata.
 
Lebih lanjut, data dari United States Department of Agriculture (USDA) memperkirakan total produksi beras Indonesia sepanjang 2025 akan mencapai 34,6 juta ton. Angka ini melampaui target nasional sebesar 32 juta ton dan memperkuat posisi Indonesia dalam peta ketahanan pangan global.
 
Atas pencapaian tersebut, Indonesia mendapat pengakuan internasional. Food and Agriculture Organization (FAO) menganugerahkan Agricola Medal pada 30 Agustus 2024 kepada Pemerintah Indonesia. 
 
Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi tertinggi dari dunia internasional atas kontribusi Indonesia dalam memperkuat ketahanan pangan dunia.
 
Di hadapan para mahasiswa, Mentan Amran juga menyampaikan pesan moral penting mengenai kepemimpinan. Ia menekankan bahwa untuk menjadi pemimpin, seseorang harus memiliki inovasi dan keberanian menghadapi tekanan. “Kalau tidak ada tekanan, cari tekanan. Cari tantangan besar,” ujarnya.
 
Tak hanya soal kompetensi, Amran juga menggarisbawahi pentingnya integritas dalam kepemimpinan. Menurutnya, kecerdasan tanpa kejujuran justru dapat menjerumuskan bangsa ke dalam praktik korupsi dan pembenaran terhadap kebohongan. 
 
Dirinya menegaskan bahwa sektor pertanian adalah kekuatan komparatif Indonesia karena memiliki iklim tanam sepanjang tahun serta pasar domestik besar dengan populasi 280 juta jiwa.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa