inDrive Usung Model ‘Harga Adil’ di Indonesia, Tawarkan Sistem Tarif Transparan Tanpa Algoritma

AKURAT.CO – inDrive, aplikasi transportasi global, menghadirkan inovasi dalam layanan ride-hailing di Indonesia dengan mengusung sistem “Harga Adil”, sebuah pendekatan yang memberi kebebasan penuh bagi penumpang dan pengemudi untuk menentukan tarif secara langsung melalui proses negosiasi.
“Kami menerapkan model penetapan harga peer-to-peer yang memungkinkan pengemudi dan penumpang bernegosiasi langsung. Ini menciptakan transparansi dan memastikan kedua belah pihak merasa dihargai. Dengan operasional yang efisien dan pemanfaatan teknologi yang cerdas, kami bisa tetap memberikan layanan yang terjangkau tanpa mengorbankan kualitas,” ujar Wahyu Ramadhan, Communication Manager inDrive Indonesia di Jakarta, (31/5).
Berbeda dari sistem konvensional yang menetapkan tarif melalui algoritma dan mekanisme harga dinamis, model inDrive memungkinkan pengguna memilih sendiri pengemudi, kendaraan, dan harga yang disepakati.
Sistem ini tidak dipengaruhi oleh variabel teknis seperti jenis ponsel atau daya baterai, menjadikannya lebih manusiawi dan transparan.
“Model ini memberikan ruang interaksi yang lebih setara antara pengemudi dan penumpang. Di saat masyarakat mulai lelah dengan lonjakan harga mendadak dan komisi platform yang tinggi, pendekatan ini menjadi alternatif yang lebih adil,” imbuhnya.
Dengan misi global menentang ketidakadilan, inDrive menargetkan menciptakan dampak positif bagi satu miliar orang di seluruh dunia pada tahun 2030.
Saat ini, inDrive telah menjadi aplikasi ride-hailing kedua paling banyak diunduh secara global dan menempati peringkat keempat dalam kategori aplikasi perjalanan.
Tak hanya soal tarif, aspek keamanan juga menjadi perhatian utama. Fitur penilaian dua arah dan sistem keamanan dalam aplikasi menjadikan inDrive sebagai platform yang menekankan tanggung jawab bersama antara pengemudi, penumpang, dan platform untuk menciptakan ekosistem transportasi yang aman dan terpercaya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









