Mendag Dorong Ekspor Produk Perikanan Lewat Penguatan Ekosistem Bisnis

AKURAT.CO Menteri Perdagangan, Budi Santoso, menegaskan pentingnya membangun ekosistem bisnis yang kuat dan inklusif untuk meningkatkan kinerja ekspor nasional.
Menurutnya, sinergi antara pelaku usaha besar dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi kunci dalam memperluas daya saing produk Indonesia di pasar global.
Hal tersebut disampaikan Mendag saat mengunjungi fasilitas produksi PT Sekar Bumi Tbk di Tangerang, Banten. Sekar Bumi dikenal sebagai pelopor pengolahan makanan beku, khususnya hasil laut seperti udang dan ikan, yang menjadi salah satu komoditas unggulan ekspor Indonesia.
“Perusahaan seperti Sekar Bumi tidak berjalan sendiri. Ketika Sekar Bumi tumbuh, UMKM yang menjadi bagian dari rantai pasoknya pun ikut tumbuh. Ekosistem ini sudah berjalan dari proses pengambilan produk, distribusi, hingga penjualan,” ujar Budi dalam keterangannya, Jumat (23/5/2025).
Baca Juga: Tegas, Mendag Bakal Cabut Izin Usaha Importir Barang Ilegal
Busan juga menyampaikan bahwa pola hubungan simbiosis antara perusahaan besar dan UMKM ini harus terus diperkuat. Hal ini diyakini mampu menciptakan dampak ekonomi berantai, mulai dari peningkatan kapasitas produksi hingga mendorong penciptaan lapangan kerja.
Dalam kunjungan tersebut, Mendag juga meninjau langsung proses produksi di pabrik Sekar Bumi, melihat secara dekat bagaimana produk makanan beku diproses dan dikemas untuk memenuhi standar ekspor.
Ia didampingi oleh Direktur Pengembangan Ekspor Produk Primer Kementerian Perdagangan, Miftah Farid.
Mendag menyoroti pentingnya kualitas dan daya saing produk Indonesia yang kini tidak kalah dengan produk luar negeri. Ia menyebut bahwa kecintaan terhadap produk lokal perlu ditanamkan tidak hanya untuk produk fesyen, melainkan juga untuk produk makanan olahan.
“Cinta produk Indonesia tidak sebatas baju, sepatu, atau tas. Produk makanan kita juga harus dibanggakan dan dipilih. Kita harus bela, bangga, beli, dan pakai produk Indonesia,” tegasnya.
Tren ekspor produk perikanan Indonesia menunjukkan hasil yang menggembirakan. Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, pada periode 2020 hingga 2024, pertumbuhan ekspor perikanan Indonesia mencapai rata-rata 2,91% per tahun.
Lebih lanjut, pada kuartal I-2025, ekspor produk perikanan mengalami pertumbuhan sebesar 3,37% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Amerika Serikat tercatat sebagai pasar tujuan utama, diikuti oleh China, Vietnam, Jepang, dan Malaysia.
Produk-produk andalan ekspor Indonesia di sektor perikanan mencakup udang, cumi, moluska, dan gurita beku, filet ikan tuna dan cakalang, serta berbagai jenis ikan beku lainnya.
Keberhasilan produk ini menembus pasar global dinilai tidak terlepas dari konsistensi pelaku usaha dalam menjaga mutu dan memenuhi standar internasional. Menteri Budi pun berharap model kemitraan antara perusahaan besar dan UMKM di sektor perikanan dapat direplikasi di sektor lain.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 3UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 6Saran Meningkatkan Kualitas dan Pemanfaatan Buku Teks dalam Pembelajaran
- 7Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 8Netanyahu: AS Akan Hentikan Bantuan Militer ke Israel, Tinggal Menunggu Waktu
- 9Auditor BPK Ungkap Enam Penyimpangan Yaqut Cholil Qoumas dalam Penetapan Kuota Haji Tambahan
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid di Kasus Suap HGB Summarecon








