Akurat

CATL Bidik Produksi Perdana Baterai EV pada Maret 2026

Camelia Rosa | 18 Mei 2025, 16:07 WIB
CATL Bidik Produksi Perdana Baterai EV pada Maret 2026

AKURAT.CO Produsen baterai terbesar asal China, Contemporary Amperex Technology Co Ltd (CATL) berharap dapat segera memulai produksi baterai kendaraan listrik  di Indonesia paling telat Maret 2026. 

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot mengungkapkan hal ini muncul setelah CATL membahas kelanjutan rencana investasi ekosistem terintegrasi baterai kendaraan listrik di Indonesia, bersama dengan Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, dan COO Danantara Dony Oskaria beberapa waktu lalu.
 
"Jadi mereka mengharapkan itu nanti paling lambat Maret 2026 mereka sudah berproduksi di Indonesia," jelasnya dikutip Minggu (18/5/2025). 
 
 
Yuliot menuturkan, terdapat dua mekanisme investasi CATL di Tanah Air. Adapun yang pertama, CATL harus mendapatkan persetujuan lebih dulu dari Pemerintah China.
 
Pasalnya, untuk tahap pertama baru mendapatkan persetujuan pembangunan pabrik baterai berkapasitas 7,5 gigawatt (GW) dari rencana 15 GW. 
 
"Tetapi mekanisme investasi yang mereka lakukan ini tidak saja yang berasal dari pendanaan (Pemerintah China), tetapi mereka juga mendapatkan pendanaan dari IPO sehingga untuk kapasitas 15 GWh itu (tetap) bisa dilakukan," tutur Yuliot seraya menjawab tekait penyusutan nilai investasi CATL di Indonesia.
 
Yuliot menambahkan, saat ini CATL juga sudah menyampaikan perjanjian kerahasiaan atau non disclosure agreement (NDA) kepada Pemerintah Indonesia mengenai adanya off-taker dari beberapa vebdor kendaraan.
 
Atas dasar itulah, Yuliot pun memastikan keberlanjutan investasi proyek pabrik baterai kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) di Indonesia karena CATL sendiri telah mengamankan beberapa vendor otomotif sebagai offtaker tersebut.
 
"Vendornya ada yang dari Eropa ada yang dari Amerika tapi mereka itu belum bisa menyampaikan ini off-taker dari siapa," tukas Yuliot. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.