Akurat

RI Tak Deindustrialisasi Kok, Ini Buktinya

Camelia Rosa | 6 Mei 2025, 16:23 WIB
RI Tak Deindustrialisasi Kok, Ini Buktinya

AKURAT.CO Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita, membantah pernyataan beberapa ekonom yang menilai bahwa Indonesia memasuki tahap deindustrialisasi. 

Menurutnya, nilai tambah manufaktur (Manufacturing Value Added/MVA) Indonesia pada 2023 masuk dalam jajaran kontributor besar dunia, dengan menempati posisi ke-12 yang memiliki nilai sebesar USD255,96 miliar atau Rp4,26 kuadriliun (kurs Rp16.634).
 
Kemudian, lanjut Agus, jika dilihat berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tercatat bahwa sektor industri manufaktur terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) atau Gross Domestic Product (GDP) ke angka 19,25% secara tahunan (year on year/yoy) pada kuartal I-2025.
 
"Jadi Bapak-Ibu sekalian, saya ingin mempertanyakan pada para pengamat yang mengatakan bahwa Indonesia sedang masuk atau sudah masuk ke dalam tahap deindustrialisasi itu salah. Kalau kita lihat dari MVA juga salah, kalau kita lihat dari kontribusi manufaktur terhadap GDP pun itu juga salah," tegasnya ketika ditemui di Jakarta, Selasa (6/5/2025). 
 
 
Agus menekankan industri manufaktur terus-menerus menjadi faktor utama penyumbang dari pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan juga daya saing ekspor nasional. 
 
Agus menambahkan bahwa sektor otomotif dalam industri manufaktur ini merupakan sektor perekonomian yang sangat penting. 
 
"Di tengah tantangan global yang sama-sama kita hadapi, bukan hanya dihadapi Indonesia, khususnya terkait dengan isu climate change atau perubahan iklim, maka transisi menuju kendaraan yang lebih ramah, yang lebih ramah lingkungan menjadi sangat penting," tegasnya. 
 
Ia pun menilai kendaraan listrik merupakan salah satu solusi untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan juga untuk meningkatkan kualitas udara di perkotaan, khususnya kota-kota besar di Indonesia. 
 
"Karena itu, kami di Kementerian selalu dan akan terus-menerus berada pada posisi terdepan dalam melahirkan kebijakan-kebijakan untuk mendukung pengembangan industri kendaraan listrik nasional sebagai bagian dari komitmen kita terhadap pengurangan emisi karbon dan upaya untuk menuju ekonomi hijau yang berkelanjutan dan tentu juga ini bagian dari kita sebagai komunitas atau member dari komunitas global," tukasnya. 
 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.