Akurat Logo

Negosiasi Soal Impor BBM dan LNG dari AS Jalan di Tempat

Camelia Rosa | 2 Mei 2025, 17:31 WIB
Negosiasi Soal Impor BBM dan LNG dari AS Jalan di Tempat

AKURAT.CO Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan rencana impor minyak mentah, bahan bakar minyak (BBM) dan liquefied petroleum gas (LPG) dari Amerika Serikat (AS) masih menunggu hasil akhir dari negosiasi antar pemerintah.

Dikatakannya, hingga saat ini negosiasi antara kedua negara masih berlangsung dan belum ada keputusan akhir terkait poin-poin yang akan disepakati.

Menurut Bahlil, hingga saat ini tim negosiasi dengan pemerintah Amerika masih berjalan. Tim Kementerian ESDM pun telah bertemu dengan tim dari Kementerian Koordinator (Kemenko) bidang Perekonomian untuk membahas isu tersebut.

"Karena belum ada satu keputusan yang pasti tentang poin-poin mana saja yang akan disepakati. Maka kami sampai dengan sekarang belum melakukan eskalasi terhadap impor tambahan," tutur Bahlil ketika ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (2/5/2025).

Di sisi lain, Bahlil menyebutkan bahwa 59 persen impor LPG Indonesia berasal dari AS. Sedangkan impor minyak mentah kurang lebih hanya sekitar 6 sampai 7 persen. "Nah itu yang kita akan tingkatkan nanti setelah ada keputusan bersama," tukasnya.

Baca Juga: Pasokan Masih Cukup, ESDM Tegaskan Indonesia Belum Ingin Impor LNG dari AS

Seperti diketahui, rencana impor minyak dan LPG dari AS ini merupakan salah satu strategi pemerintah Indonesia untuk menyeimbangkan neraca perdagangan antara kedua negara.

Sebab berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), neraca perdagangan RI dengan AS tercatat USD14,5 miliar.

Oleh karena itu, pemerintah Indonesia berencana melakukan impor LPG, minyak mentah hingga BBM langsung dari AS senilai diatas USD10 miliar.

Rencana itupun meliputi peningkatan porsi impor LPG dari AS dari yang semula hanya 54% menjadi 80% hingga 85%.

Kemudian porsi impor minyak mentah dari AS akan dinaikkan dari hanya yang sebelumnya 4% menjadi sekitar 40%.

Sementara untuk impor BBM, pemerintah masih menunggu hasil pembahasan teknis dengan tim Kementerian ESDM dan PT Pertamina (Persero). 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.