Akurat Logo

Pasokan Masih Cukup, ESDM Tegaskan Indonesia Belum Ingin Impor LNG dari AS

Camelia Rosa | 11 April 2025, 15:05 WIB
Pasokan Masih Cukup, ESDM Tegaskan Indonesia Belum Ingin Impor LNG dari AS

AKURAT.CO Kementerian ESDM menyampaikan bahwa Indonesia memang belum akan melakukan impor gas alam cair atau Liquified Natural Gas dari negara manapun, termasuk dari Amerika Serikat. Demikian diungkapkan oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian ESDM, Dadan Kusdiana.

Hal inipun senada dengan pernyataan Kepala Satuan kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Djoko Sisawanto yang menyebutkan bahwa saat ini kebutuhan domestik masih bisa dipenuhi dengan produksi dalam negeri.

Padahal, arahan itu langsung diperintahkan oleh Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto kepada Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Airlangga Hartarto untuk merespon kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menerapkan tarif resiprokal atau tarif timbal balik sebesar 32% terhadap Indonesia. 

Kendati demikian, Dadan menekankan bahwa tidak ada yang salah diantara keduanya. Sebab yang utama, pemerintah ingin meningkatkan kemandirian dalam negeri. Sehingga akan sangat bagus apabila Indonesia bisa memproduksi LNG sendiri.

Berdasarkan perhitungan saat ini memang masih ada tantangan dari sisi suplai untuk bisa mengotimalkan pasokan yang ada di dalam negeri. Namun, ia memastikan bahwa Indonesia akan tetap menghormati kontrak-kontrak yang sudah ada.

"Kan teman-teman juga tahu kalau LNG itu sebagian di ekspor, dan itu perjanjiannya kan sudah terjadi pada saat sebelumnya, bukan sekarang gitu," terangnya ketika ditemui di kantor Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) di Jakarta, Jumat (11/4/2025).

Baca Juga: Tak 'Manut' Pemerintah, SKK Migas Pilih Tak Impor LNG AS

Dadan menyebutkan bahwa meskipun konsumsi dalam negeri tengah mengalami kenaikan, namun Indonesia telah berhasil untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dalam 3 bulan pertama tahun 2025 dengan menoptimalkan produksi yang ada di dalam negeri.

"Jadi dua-duanya menurut saya tidak ada yang salah," tegasnya.

Sebelumnya, Djoko memastikan tidak akan melakukan impor gas alam cair atau Liquified Natural Gas dari Amerika Serikat.

Sampai dengan saat ini kita kan belum impor ya. Kalau memang dibutuhkan nanti kita lihat sedang dievaluasi itu, sementara ini kita masih upayakan pemenuhan LNG itu dari dalam negeri," jelas pria yang akrab disapa Djoksis, dikutip Kamis (10/4/2025).

Djoko memastikan bahwa pemenuhan LNG dalam negeri untuk periode April hingga Mei 2025 juga sudah terpenuhi.

"Kita kan belum pernah impor. Saat ini belum. Kan untuk April-Mei Alhamdulillah sudah bisa dipenuhi di dalam negeri," imbuhnya.

Baca Juga: Bos BPH Migas Pastikan Suplai Gas di Medan dan Sumut Aman Jelang Lebaran 2025

Tidak hanya pemenuhan dalam negeri, Djoko mengungkapkan bahwa Indonesia bahkan masih bisa melakukan ekspor melalui gas pipa dari Kepulauan Natuna ke Singapura namun akan dilakukan pengurangan volume.

Rencananya pengurangan kuota ekspor LNG ke Singapura akan dilakukan pada Juni mendatang sebesar 30 MMBTU atau sebanyak 3 kargo.

Kita akan memaksimalkan ekpor gas pipa dari Natuna, dari Sumatera kita kurangi yang ke Singapura untuk kebutuhan dalam negeri. Pemenuhan Singapur kita maksimalkan dari Natuna," tuturnya.

Sehingga, lanjut Djoksis, SKK Migas akan fokus meningkatkan impor bahan baku LPG dan produk BBM dari AS.

"Dua komoditas ini kita upayakan maksimalkan dari AS," tutupnya. 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.