Prabowo Ungkap 29 Ribu Distributor Marah Karena Jalur Pupuk Subsidi Disederhanakan
Camelia Rosa | 8 April 2025, 17:19 WIB

AKURAT.CO Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto menceritakan proses penyederhanaan distribusi pupuk bersubsidi kepada petani dan mengakui banyak pihak yang kecewa dan marah kepada dirinya.
Padahal menurutnya, kekayaan Indonesia harus dikelola sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat. Oleh karena itu dirinya mempertanyakan mengapa banyak perantara alias middle man dalam penyaluran pupuk yang disubsidi oleh pemerintah.
"Waktu saya minta sederhanakan arus pupuk kepetani, pupuk dari pabrik milik pemerintah. Pupuknya disubsidi pemerintah, uang rakyat. Kenapa terlalu banyak perantara? Kenapa terlalu banyak middle man? Hak apa mereka itu? Mengutip, mengutip, mengutip? Uang rakyat, untuk rakyat. Jadi saya bilang, hilangkan itu semua," tegasnya dalam acara Sarasehan Ekonomi yang digelar oleh Kementerian Koordinator (Kemenko) Perekonomian di Menara Mandiri, Jakarta hari ini, Selasa (8/4/2025).
Ia pun menyebutkan, dirinya mendapatkan laporan sekitar 29 ribu distributor pupuk yang akan marah kepadanya ketika menghilangkan jalur pupuk distribusi tersebut.
"Ada yang datang ke saya, Pak ada 29.000 distributor yang marah sama Bapak. Oh ya? Hati-hati lho Pak, 29.000 distributor itu punya konstituen. Oh ya? Benar. Ada berapa petani di Indonesia, saya tanya Menteri Pertanian. (katanya) hampir 30 juta Pak," tuturnya.
Ia pun lantas membandingkan angka tersebut dengan 120 juta rakyat Indonesia yang harus diutamakannya.
"Rakyat yang punya hak. Kedaulatan di tangan rakyat. Kami dipilih rakyat. Kau suka tidak suka, ya ini pilihan rakyat. Inilah kita yang dipilih rakyat," tukas Prabowo.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










