Akurat

Menko Zulhas Instruksikan Bulog Serap 750 Ribu Ton Beras di Maret 2025

Hefriday | 20 Maret 2025, 23:55 WIB
Menko Zulhas Instruksikan Bulog Serap 750 Ribu Ton Beras di Maret 2025

AKURAT.CO Pemerintah terus berupaya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di Indonesia. Salah satu langkah strategis yang tengah dikejar adalah target penyerapan beras oleh Perum Bulog sebanyak 2 juta ton hingga April 2025. 

Menteri Koordinator (Menko) bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), menegaskan bahwa pencapaian target ini sangat penting agar Indonesia tidak perlu bergantung pada impor beras. Saat ini, realisasi serapan beras oleh Bulog baru mencapai 450 ribu ton, padahal Maret hanya tersisa 10 hari. 
 
"Hingga akhir bulan ini, Bulog harus mampu menyerap setidaknya 750 ribu hingga 800 ribu ton untuk mengejar target di bulan berikutnya. Jika target ini tercapai, maka diharapkan stok beras nasional tetap aman dan harga tetap stabil," tegas Zulhas, usai meninjau Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak, Kamis (20/3/2025). 
 
Selain memastikan stok beras mencukupi, pemerintah juga telah menetapkan harga Gabah Kering Panen (GKP) sebesar Rp6.500 per kilogram. Ketentuan ini bertujuan untuk melindungi petani agar mendapatkan harga jual yang wajar. 
 
"Pihak yang membeli gabah di bawah harga tersebut bisa dikenakan sanksi, sehingga diharapkan kesejahteraan petani tetap terjaga," tegas Zulhas. 
 
Kebijakan ini diambil karena selama ini petani sering mengalami kerugian akibat harga jual gabah yang rendah. Dengan adanya standar harga minimal, mereka bisa memperoleh keuntungan yang lebih layak, sekaligus memastikan produksi beras dalam negeri tetap stabil.
 
 
Selain beras, Zulhas juga menyoroti pentingnya menjaga harga jagung, karena komoditas ini berkaitan erat dengan harga ayam dan telur. Jika harga jagung naik terlalu tinggi, maka harga pakan ternak akan ikut melonjak, yang akhirnya berdampak pada naiknya harga daging ayam dan telur di pasaran.
 
Tahun ini, produksi jagung diperkirakan bisa mencapai 16 juta ton, sementara kebutuhan domestik sekitar 11 juta ton. Dengan surplus ini, pemerintah ingin memastikan bahwa jagung tetap bisa dibeli dengan harga Rp5.500 per kilogram, agar sektor peternakan tetap stabil.
 
Tak hanya fokus pada beras dan jagung, pemerintah juga mulai mengembangkan budi daya ikan dan peternakan sapi perah untuk menjaga ketersediaan protein hewani di masyarakat. Langkah ini bertujuan agar masyarakat tetap bisa memperoleh asupan protein dengan harga yang wajar.
 
Menurut Zulhas, salah satu strategi yang akan dikembangkan adalah meningkatkan produksi ayam dan telur, serta memperbanyak peternakan sapi perah untuk memenuhi kebutuhan susu di dalam negeri. Dengan begitu, konsumsi protein masyarakat bisa tetap terjaga tanpa harus bergantung pada impor.
 
Sebagai perusahaan yang bertanggung jawab atas cadangan pangan nasional, Perum Bulog memiliki peran krusial dalam memastikan ketersediaan beras di pasaran. Oleh karena itu, pencapaian target 2 juta ton ini harus benar-benar direalisasikan agar stok beras tetap mencukupi hingga beberapa bulan ke depan.
 
Jika target ini tidak tercapai, pemerintah mungkin akan kembali mempertimbangkan opsi impor. Namun, Zulhas menegaskan bahwa selama produksi dalam negeri masih bisa memenuhi kebutuhan, impor bukanlah pilihan utama.
 
Meskipun pemerintah sudah berupaya menjaga stabilitas pangan, masyarakat tetap perlu waspada terhadap kemungkinan fluktuasi harga. Faktor cuaca, distribusi, dan permintaan pasar masih bisa mempengaruhi harga beras, jagung, serta produk pangan lainnya.
 
Oleh karena itu, Zulhas mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan program Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar pemerintah. Program ini bertujuan untuk memberikan akses pangan dengan harga terjangkau, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
 
"Target penyerapan 2 juta ton beras oleh Bulog hingga April 2025 menjadi langkah penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Selain itu, kebijakan harga gabah Rp6.500/kg dan jagung Rp5.500/kg diharapkan bisa melindungi petani sekaligus menjaga stabilitas harga pangan," ungkapnya. 
 
Dengan strategi yang mencakup penguatan sektor peternakan dan perikanan, pemerintah berharap masyarakat bisa mendapatkan akses pangan yang cukup dengan harga terjangkau. Namun, keberhasilan kebijakan ini tetap bergantung pada koordinasi yang baik antara pemerintah, petani, pedagang, dan masyarakat. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa