Akurat

Sudah Terealisasi! Lebih dari 130 Ribu Rumah Subsidi Terbangun

Atikah Umiyani | 20 Maret 2025, 00:00 WIB
Sudah Terealisasi! Lebih dari 130 Ribu Rumah Subsidi Terbangun

AKURAT.CO Presiden Prabowo Subianto menerima laporan dari Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu (19/3/2025).

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo menegaskan komitmennya untuk mengimplementasikan kebijakan prorakyat di sektor perumahan, dengan fokus pada pembebasan biaya dan percepatan layanan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Maruarar mengungkapkan, Presiden Prabowo meminta agar kebijakan-kebijakan prorakyat tersebut segera disosialisasikan secara luas hingga ke daerah-daerah agar dapat dinikmati sepenuhnya oleh MBR.

“Presiden meminta agar kebijakan prorakyat yang sebelumnya dikenakan biaya kini menjadi gratis, seperti BPHTB yang dari 5 persen menjadi 0 persen, retribusi PBG (Persetujuan Bangunan Gedung) dari bayar menjadi 0 persen, dan PPN yang ditanggung pemerintah hingga Juni 2025. Ini perlu disosialisasikan secara masif ke daerah agar masyarakat berpenghasilan rendah bisa merasakan manfaatnya,” ujar Maruarar.

Dalam pertemuan tersebut, Maruarar juga melaporkan perkembangan penyelesaian Wisma Atlet di Pademangan, Jakarta. Tiga tower di kawasan tersebut, yaitu tower 8, 9, dan 10, telah selesai dibangun dan siap diserahterimakan kepada pihak terkait.

Baca Juga: Prabowo Minta Wadah Makan Bergizi Gratis Buatan Lokal, Bukan Impor

“Pembangunan sudah selesai dan siap diserahterimakan. Nantinya akan dihuni oleh masyarakat dan juga ASN, dengan pendistribusiannya dikelola oleh Mensesneg,” jelasnya.

Selain itu, Maruarar memaparkan capaian pembangunan rumah subsidi hingga Maret 2025.

Total rumah subsidi yang telah terbangun dan tersalurkan mencapai lebih dari 130 ribu unit dengan berbagai status pembangunan, akad, dan penyaluran kredit.

Presiden Prabowo memberikan perhatian khusus terhadap kualitas rumah subsidi yang dibangun, menekankan bahwa subsidi bukan berarti mengabaikan kualitas.

“Karena ini rumah subsidi, bukan berarti tidak berkualitas. Rumah subsidi harus tetap memiliki kualitas yang baik. Ada banyak contoh rumah subsidi yang berkualitas, namun yang tidak berkualitas justru merugikan rakyat,” tegas Maruarar mengutip pernyataan Presiden Prabowo.

Pemerintah berkomitmen untuk terus mengawasi dan memastikan bahwa seluruh program perumahan yang disubsidi benar-benar memberikan manfaat optimal bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Baca Juga: Tudingan Deddy Sitorus ke Jokowi Harus Dipertanggungjawabkan, Jangan Jadi Alat Politik Pecah Belah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.