Resmikan Pabrik Smelter Freeport di Gresik, Prabowo: Terbesar di Dunia
Camelia Rosa | 17 Maret 2025, 17:49 WIB

AKURAT.CO Presiden Prabowo Subianto meresmikan smelter atau pabrik pemurnian logam mulia (PMR) miliki PT Freeport Indonesia di Gresik, Senin (17/3/2025).
"Dengan mengucap Bismillahirrahmannirrahim, pada siang hari ini tanggal 17 Maret tahun 2025, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, dengan ini meresmikan pabrik pemurnian logam mulia PT Freeport Indonesia di Gresik, Jawa Timur," jelas Prabowo.
Kepala Negara juga menegaskan bahwa Indonesia harus bertransformasi dari negara pengekspor bahan mentah menjadi negara industri yang mampu menghasilkan produk bernilai tambah tinggi.
"Ini adalah visi kita ke depan. Indonesia tidak hanya menjual bahan mentah, tetapi juga menghasilkan produk jadi yang memberikan manfaat lebih besar bagi perekonomian nasional," tuturnya.
Lebih lanjut, Prabowo juga menekankan pentingnya optimalisasi pengelolaan sumber daya alam serta pengawasan lebih ketat agar tidak terjadi penyimpangan, seperti penyelundupan emas ke luar negeri yang dapat merugikan negara.
"Kita bersyukur bahwa kita punya fasilitas ini, industri ini, industri ini, instalasi pemurnian logam ini, terutama emas, adalah yang terbesar di dunia dari segi hulu sampai hilir di satu entitas. Jadi ini perlu kita mensyukuri," kata Prabowo.
Asal tahu saja, pembangunan smelter ini menelan biaya investasi sebesar USD4,2 miliar, dengan fasilitas pemurnian emas sendiri mencapai USD630 juta atau sekitar Rp10 triliun.
Melalui fasilitas PMR, PTFI menjadi salah satu produsen emas batangan murni terbesar di Indonesia dengan kapasitas pemurnian mencapai 50 ton emas, 200 ton perak, 30 kg platinum, dan 375 kg paladium per tahun.
Dengan keberadaan PMR juga, PTFI kini menjadi perusahaan tambang tembaga pertama yang memiliki fasilitas pemurnian emas secara terintegrasi dari hulu hingga hilir di Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










