Akurat

Pemerintah Laporkan Surplus Beras Nasional, Presiden Prabowo: Pertahankan Tren Positif

Herry Supriyatna | 12 Maret 2025, 21:19 WIB
Pemerintah Laporkan Surplus Beras Nasional, Presiden Prabowo: Pertahankan Tren Positif

AKURAT.CO Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, melaporkan kondisi ketahanan pangan dan stabilitas harga kebutuhan pokok nasional kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (12/3/2025).

Dalam pertemuan tersebut, Sudaryono memastikan, produksi beras nasional hingga April 2025 mengalami surplus sekitar 2,8 hingga 3 juta ton dibandingkan tahun sebelumnya.

Presiden Prabowo meminta agar tren positif ini dipertahankan, terutama di tengah krisis pangan yang melanda sejumlah negara seperti Malaysia, Filipina, dan Jepang.

“Presiden minta agar surplus ini dipertahankan karena beberapa negara sedang mengalami krisis beras. Malaysia, Filipina, bahkan Jepang juga sedang menghadapi masalah yang sama,” ujar Sudaryono.

Baca Juga: Wapres Gibran: AI Tingkatkan Produktivitas dan Kreativitas Pelajar, Bukan Alat Jalan Pintas

Selain membahas kondisi produksi saat ini, pertemuan tersebut juga menyinggung upaya jangka panjang untuk meningkatkan produksi beras nasional.

Pemerintah menargetkan agar Indonesia tidak perlu melakukan impor beras dengan menjaga surplus tahunan di kisaran 5-6 juta ton.

“Produksi beras kita setiap tahun sekitar 30-31 juta ton. Jika ingin benar-benar menghindari impor beras, kita harus mencapai surplus minimal 5-6 juta ton per tahun,” jelas Sudaryono.

Untuk mencapai target tersebut, pemerintah menekankan pentingnya percepatan proses pertanian.

Para petani diharapkan segera melakukan penanaman kembali setelah panen agar dalam satu tahun bisa melakukan panen hingga tiga kali.

“Begitu panen harus segera dijual dan tanahnya langsung diolah kembali. Jeda antara panen dan pengolahan tanah tidak boleh terlalu lama,” ungkapnya.

Pemerintah optimistis bahwa dengan strategi yang tepat dan kerja sama seluruh pihak, Indonesia dapat mempertahankan ketahanan pangan serta menghindari ketergantungan terhadap impor beras.

Baca Juga: Survei KedaiKOPI: Mayoritas Publik Percaya pada Transparansi Danantara

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.