Serikat Karyawan Tuntut Penjelasan Wamildan Tsani Usai Rekrut Eks Lion Air Group
Hefriday | 5 Maret 2025, 22:53 WIB

AKURAT.CO Rekrutmen 14 eks karyawan Lion Air Group ke dalam struktur PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk menuai polemik.
Hal ini usai beredarnya informasi mengenai penempatan mereka di unit CEO Office dengan besaran gaji tertentu menimbulkan keresahan di kalangan karyawan Garuda maupun masyarakat.
Menurut Sekretariat Bersama (SEKBER) Serikat Karyawan Garuda Indonesia, manajemen perlu memberikan klarifikasi dan menonaktifkan ke-14 personel tersebut.
Mengutip dari surat edaran yang dilayangkan kepada Direktur Utama Garuda Indonesia, Wamildan Tsani Panjaitan, Rabu (5/3/2025), SEKBER menilai bahwa tidak ada urgensi dalam perekrutan tersebut.
"Perusahaan sudah memiliki jajaran direksi dan tenaga profesional internal yang kompeten di bidangnya," tulis surat tuntutan tersebut.
Selain itu, Garuda juga telah bekerja sama dengan perusahaan konsultan yang seharusnya mampu memenuhi kebutuhan tenaga ahli tanpa harus merekrut dari luar.
SEKBER juga menyoroti kejanggalan dalam proses seleksi dan pengangkatan karyawan eks Lion Air ini. Mereka mempertanyakan apakah prosedur rekrutmen sudah sesuai dengan prinsip Good Corporate Governance (GCG) serta regulasi internal BUMN.
Selain itu, mereka juga mempertanyakan transparansi dalam skema remunerasi yang diberikan kepada para karyawan baru tersebut.
Lebih lanjut, SEKBER menekankan bahwa perekrutan ini berpotensi melanggar Perjanjian Kerja Bersama (PKB), khususnya Pasal 13 tentang Pengisian Formasi Jabatan Struktural.
Dalam ketentuan tersebut, diatur bahwa pengisian jabatan harus mengutamakan sumber daya manusia internal.
Jika memang diperlukan tenaga eksternal, maka rekrutmen harus melewati seleksi mempertimbangkan profesionalisme dan kompetensi.
Selain itu, posisi yang diisi harus berkaitan dengan bisnis baru atau sektor yang masih lemah dalam perusahaan.
Tak hanya soal regulasi, SEKBER juga menyoroti potensi kesenjangan antara karyawan baru dan pegawai lama.
Para pegawai Garuda yang telah lama mengabdi harus melalui proses jenjang karir yang ketat, sementara karyawan baru dari Lion Air masuk tanpa seleksi yang jelas. Hal ini memicu ketidakpuasan di kalangan pekerja yang telah lama bekerja di perusahaan.
Dengan berbagai pertimbangan tersebut, SEKBER berharap manajemen Garuda Indonesia dapat segera memberikan klarifikasi serta mempertimbangkan ulang keputusan perekrutan ini.
Mereka menegaskan bahwa transparansi dalam kebijakan SDM sangat penting demi menjaga kepercayaan dan loyalitas karyawan terhadap perusahaan.
Tambahan informasi, sebelum menjabat posisi nomor satu di Garuda Indonesia, Wamildan Tsani Panjaitan merupakan mantan Dirut Lion Air sejak 2023.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










