Akurat

Indonesia dan Turkiye Tandatangani MoU di Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral

Camelia Rosa | 15 Februari 2025, 05:40 WIB
Indonesia dan Turkiye Tandatangani MoU di Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral

AKURAT.CO Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia (RI) Bahlil Lahadalia dan Menteri Energi dan Sumber Daya Alam Republik Turkiye Alparslan Bayraktar menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) di bidang energi dan sumber daya mineral.

Penandatanganan MoU tersebut berlangsung di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Rabu, 12 Februari 2025, dan disaksikan langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto serta Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan usai pertemuan bilateral antara kedua pemimpin negara.

"MoU antara kedua negara ini akan membuka peluang transfer teknologi dan inovasi di sektor energi, yang akan mempercepat pengembangan energi bersih di Indonesia. Dengan dukungan dan kolaborasi dari mitra internasional, kita dapat mengejar swasembada energi sesuai dengan arahan Bapak Presiden Prabowo," ujar Bahlil dalam keterangan resminya, dikutip Jumat (14/2/2025).

Baca Juga: Prabowo Dapat Mobil Listrik dari Erdogan, Hadiah Persahabatan 75 Tahun Indonesia-Turki

Bahlil juga merincikan, kerja sama antara Indonesia dan Turkiye mencakup pembangkit listrik, distribusi dan transmisi listrik, pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT), pengembangan hidrokarbon, serta teknologi baru yang meliputi hidrogen, nuklir, dan baterai.

"Kerja sama ini akan berlaku selama lima tahun dan bisa diperpanjang dengan tambahan waktu lima tahun berdasarkan kesepakatan antara kedua negara," imbuhnya.

Sebagai informasi, Indonesia telah menjalin kerja sama dengan perusahaan Turkiye di bidang energi, khususnya minyak dan gas bumi (migas) serta panas bumi. Melalui PT Pertamina (Persero), delapan kerja sama telah terjalin dengan beberapa perusahaan Turkiye di proyek panas bumi dan perkapalan.

Baca Juga: Kadin: Kerja Sama Indonesia dengan Turki Bisa Perluas Lapangan Kerja

Turkiye juga berinvestasi pada proyek panas bumi melalui PT Hitay Daya Energi (HDE) di Gunung Talang Bukit Kili, dengan rencana pengembangan 20 MW.

Selain itu, Hitay Energy Holding juga menjalankan empat proyek survei dan eksplorasi panas bumi.

Hingga kini, PT HDE telah menginvestasikan 6,01 juta dolar AS, atau sekitar 22 persen dari komitmen eksplorasi mereka.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.