Kadin: Kerja Sama Indonesia dengan Turki Bisa Perluas Lapangan Kerja
Hefriday | 12 Februari 2025, 23:56 WIB

AKURAT.CO Kerja sama antara Indonesia dan Turki dinilai memiliki potensi besar dalam menciptakan lapangan kerja serta mempercepat hilirisasi industri di Indonesia.
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Bakrie, mengungkapkan bahwa kekuatan industri Turki, terutama di sektor pertahanan dan konstruksi, dapat dimanfaatkan untuk menarik lebih banyak investasi ke Indonesia.
Anindya menekankan pentingnya menggandeng investor Turki untuk berinvestasi di berbagai sektor strategis di Indonesia. “Ujungnya bagaimana kita bisa mengajak investor Turki investasi di Indonesia sehingga membuat lapangan kerja menggunakan kekuatan industri pertahanan, infrastruktur, hingga kesehatan,” ujarnya di Jakarta, Rabu (12/2/2025).
Baca Juga: Program 3 Juta Rumah Banjir Dukungan Internasional, UEA, Turki hingga Singapura Siap Merapat
Selain itu, kerja sama ini juga mendukung ambisi Indonesia dalam hilirisasi industri, khususnya dalam pengolahan nikel untuk bahan baku baterai kendaraan listrik. Indonesia, sebagai salah satu produsen nikel terbesar dunia, memiliki peluang besar untuk menjadi pemasok utama bahan baku baterai bagi industri otomotif Turki.
Anindya menjelaskan bahwa industri otomotif saat ini bergerak ke arah kendaraan listrik (electric vehicle/EV), dan Turki membutuhkan bahan untuk produksi baterai. “Indonesia memiliki nikelnya, bisa diolah jadi bahan buat baterai, lalu dikirim ke Turki untuk diproduksi menjadi baterai kendaraan listrik. Dari sana, mereka bisa mengirim mobilnya ke Eropa,” jelasnya.
Lebih lanjut, kemitraan ini tidak hanya membuka peluang di sektor manufaktur dan industri otomotif, tetapi juga dalam perdagangan bilateral yang lebih luas. Menurut Anindya, Indonesia semakin melihat alternatif pasar internasional guna memperluas ekspor dan meningkatkan daya saing produk dalam negeri.
Kesepakatan strategis antara Indonesia dan Turki semakin diperkuat dengan penandatanganan 13 poin kerja sama antara kedua negara.
Dokumen kerja sama ini ditandatangani oleh pejabat tinggi dari masing-masing negara dan disaksikan langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto serta Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Istana Kepresidenan, Kota Bogor, Jawa Barat.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat kedua negara serta mendukung stabilitas global.
"Kemitraan ini adalah untuk kemakmuran rakyat kedua negara dan juga untuk bekerja demi tatanan dunia baru yang lebih baik, mengarah ke perdamaian dan stabilitas dunia,” ujar Prabowo.
Dalam pertemuan bilateral, kedua negara sepakat memperluas kerja sama di berbagai bidang, termasuk ekonomi, pertahanan, energi, kesehatan, pertanian, komunikasi, hingga pendidikan. Presiden Erdogan menyoroti bahwa kemitraan ini memiliki banyak aspek strategis yang dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi kedua negara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









