Viral Karyawan PT Timah Hina Honorer, Haruskah Malu Pakai BPJS Kesehatan?
Demi Ermansyah | 6 Februari 2025, 17:02 WIB

AKURAT.CO Baru-baru ini media sosial kembali dihebohkan dengan video seorang karyawati dari PT Timah Tbk (TINS) yang mengejek pegawai honorer karena menggunakan layanan BPJS Kesehatan. Akibat ulahnya itu karyawati tersebut akhirnya dipecat oleh perusahaan.
Melihat viralnya video tersebut, secara tidak langsung menimbulkan pertanyaan besar yakni, apakah kita harus merasa malu menggunakan BPJS Kesehatan?
Jawabannya tentu saja tidak. BPJS Kesehatan adalah program jaminan kesehatan nasional yang dirancang untuk memberikan akses layanan kesehatan kepada seluruh masyarakat Indonesia, tanpa memandang status ekonomi.
Bahkan Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin beberapa waktu lalu menegaskan bahwa BPJS Kesehatan melindungi peserta dari semua kalangan, tidak hanya orang miskin saja.
Perlindungan, sambungnya, diberikan tanpa melihat kondisi ekonomi maupun sosial yang ada. Sebab, BPJS adalah asuransi sosial yang harus mengcover jaminan kesehatan masyarakat Indonesia.
Baca Juga: Apakah Sistem Kelas 1, 2, 3 Akan Dihapus? Cek Tarif Iuran BPJS Kesehatan Terbaru 2025, Ada Perubahan Besar!
"Jadi kalau dibilang buat orang miskin aja, salah. Dia harus cover semua. Kaya miskin, tua muda, suku apapun Aceh, Papua semua agamanya apapun itu di-cover, itu namanya jaminan kesehatan nasional," ucap Budi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (30/11/2024).
"Jadi kalau dibilang buat orang miskin aja, salah. Dia harus cover semua. Kaya miskin, tua muda, suku apapun Aceh, Papua semua agamanya apapun itu di-cover, itu namanya jaminan kesehatan nasional," ucap Budi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (30/11/2024).
Namun sayangnya, stigma bahwa BPJS Kesehatan hanya diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu masih kerap muncul. Padahal, program ini dirancang untuk mencakup seluruh lapisan masyarakat, baik yang berpenghasilan rendah maupun tinggi.
Kasus Karyawati PT Timah Tbk
Kembali ke kasus karyawati PT Timah Tbk, tindakan mengejek seseorang karena menggunakan BPJS Kesehatan menunjukkan kurangnya pemahaman dan empati terhadap tujuan mulia dari program tersebut.
Kasus ini bermula ketika Dwi Citra, yang merupakan pegawai tetap PT Timah, mengunggah komentar di media sosial yang dianggap merendahkan karyawan honorer yang menggunakan BPJS Kesehatan.
"Ngantre ya dek, BPJS ya, hahaha, oh BPJS, masih honorer ya? Kebetulan saya kan (menunjukkan nama perusahaan tempatnya bekerja, PT Timah), saya enggak ngantre dek, pasien prioritas. Hahaha," kata dalam videonya tersebut.
Unggahan pun akhirnya dengan cepat menyebar dan menuai kecaman luas dari masyarakat. Banyak warganet yang menilai sikap Weni arogan serta tidak menunjukkan empati terhadap rekan kerja berstatus honorer.
PT Timah sebagai perusahaan yang sebelumnya berstatus BUMN pun ikut terseret dalam polemik ini.
Tidak menunggu lama, perusahaan pun pada akhirnya meminta maaf atas tindakan karyawannya dan menegaskan bahwa langkah tegas akan diambil sesuai dengan aturan yang berlaku.
"Perusahaan telah memanggil yang bersangkutan dan kemudian akan mengambil langkah tegas sesuai aturan kekaryawanan yang berlaku di perusahaan," demikian pernyataan resmi PT Timah.
Bahkan manajemen PT Timah juga menekankan komitmennya dalam melakukan edukasi dan internalisasi kepada seluruh karyawan agar lebih bijak dalam bermedia sosial.
Perusahaan menyesalkan kegaduhan yang terjadi dan menegaskan bahwa tindakan Weni tidak mencerminkan budaya perusahaan.
Selain itu, PT Timah memastikan bahwa seluruh karyawan, termasuk pegawai honorer, mendapatkan fasilitas kesehatan yang setara sesuai kelas kepesertaan masing-masing di BPJS Kesehatan.
Haruskah Malu Pakai BPJS Kesehatan?
Sebagai masyarakat, penting bagi kita untuk menghilangkan stigma negatif terkait penggunaan BPJS Kesehatan.
Menggunakan layanan BPJS Kesehatan bukanlah sesuatu yang memalukan, melainkan bentuk partisipasi dalam sistem jaminan sosial yang bertujuan untuk memastikan setiap warga negara mendapatkan akses layanan kesehatan yang layak.
Selain itu, dengan menjadi peserta BPJS Kesehatan, kita juga membantu meringankan beban biaya kesehatan yang seringkali tidak terduga dan bisa sangat memberatkan.
Jika mengacu kepada pernyataan Menkes Budi, maka BPJS memberikan perlindungan finansial bagi peserta saat menghadapi masalah kesehatan, sehingga tidak perlu khawatir akan biaya pengobatan yang tinggi.
Penting juga untuk diingat bahwa kesehatan adalah hak setiap individu. Menggunakan BPJS Kesehatan adalah salah satu cara untuk memastikan hak tersebut terpenuhi. Oleh karena itu, tidak ada alasan untuk merasa malu atau rendah diri saat memanfaatkan layanan ini.
Penting juga untuk diingat bahwa kesehatan adalah hak setiap individu. Menggunakan BPJS Kesehatan adalah salah satu cara untuk memastikan hak tersebut terpenuhi. Oleh karena itu, tidak ada alasan untuk merasa malu atau rendah diri saat memanfaatkan layanan ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










