Pentingnya Aspek Sosial Ekonomi dalam Pengelolaan Tuna Berkelanjutan

AKURAT.CO Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyerukan pentingnya faktor sosial ekonomi dalam pengelolaan tuna berkelanjutan di Samudera Hindia.
Pandangan ini disampaikan melalui berbagai intervensi pada pertemuan kelompok kerja sosial ekonomi (Working Party on Social Economy) Indian Ocean Tuna Commission (IOTC).
Delegasi Indonesia yang diketuai Pelaksana Tugas Staf Ahli Menteri Bidang Kemasyarakatan dan Antar Lembaga Trian Yunanda mengatakan, pada pertemuan itu Indonesia menekankan aspek sosial ekonomi dapat sejalan dengan prinsip-prinsip kriteria penetapan alokasi kuota tuna dan spesies sejenis di Samudera Hindia yang saat ini masih dalam proses penyelesaian.
Baca Juga: Dukung Kemandirian Tuna Netra, Pelindo Solusi Logistik Luncurkan Program PIJAR
Selain itu, inisiasi Indonesia dalam menggandeng negara-negara pantai melalui Coastal State Alliance (CSA) menjadi krusial untuk memastikan bahwa posisi Indonesia dan kepentingan CSA telah terakomodasi secara efektif dan berkeadilan.
"Indonesia juga secara sukarela menjadi ketua dalam pertemuan CSA dan menjajaki untuk menjadi host secretariat ke depannya,” ujar Trian di Jakarta, Senin (28/10/2024).
Adapun dalam gelaran IOTC, perwakilan Indonesia menyambut baik terpilihnya Umi Muawanah dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sebagai ketua kelompok kerja itu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










