Akurat

Gadeng DFW, KKP Upgrade Skill Pekerja Pembekuan Tuna

Hefriday | 20 Desember 2025, 16:41 WIB
Gadeng DFW, KKP Upgrade Skill Pekerja Pembekuan Tuna

AKURAT.CO Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor perikanan, khususnya pada industri pembekuan tuna. 

Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan mutu produk, efisiensi proses produksi, serta pemenuhan standar internasional agar ekspor perikanan Indonesia semakin kompetitif di pasar global.
 
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDMKP) KKP, I Nyoman Radiarta, mengatakan penguatan kompetensi dilakukan melalui pelatihan peningkatan kapasitas pekerja pembekuan ikan tuna yang digelar di Bali. Kegiatan tersebut diselenggarakan dengan menggandeng Destructive Fishing Watch (DFW) Indonesia.
 
“Pelatihan ini menjadi bagian dari langkah peningkatan standar kompetensi tenaga kerja sektor pengolahan tuna, salah satu komoditas unggulan ekspor perikanan Indonesia,” ujar Nyoman dalam keterangannya, Sabtu (20/12/2025). 
 
 
Menurut Nyoman, peningkatan kualitas SDM merupakan faktor kunci dalam menjaga mutu produk perikanan nasional. Dengan tenaga kerja yang kompeten, produk tuna Indonesia diharapkan mampu memenuhi persyaratan pasar internasional yang semakin ketat.
 
Sebagai bagian dari program tersebut, BPPSDMKP KKP melalui Pusat Pelatihan Kelautan dan Perikanan (Puslat KP) menjalin sinergi dengan DFW Indonesia. Pelatihan ini difasilitasi oleh Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BPPP) Banyuwangi.
 
Kegiatan pelatihan diikuti oleh 31 peserta yang berasal dari 15 perusahaan pengolahan tuna di kawasan Benoa, Bali. Para peserta merupakan pekerja yang terlibat langsung dalam proses pembekuan dan pengolahan tuna untuk tujuan ekspor.
 
Nyoman menjelaskan, pelatihan ini juga merupakan implementasi dari kerja sama yang telah terjalin sejak 28 Agustus 2024. Kerja sama tersebut difokuskan pada penguatan kapasitas dan sertifikasi tenaga kerja di sektor pengolahan tuna.
 
“Ini merupakan komitmen BPPSDMKP KKP dalam mendukung industri perikanan nasional yang berkelanjutan,” tegas Nyoman.
 
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa kinerja ekspor perikanan Indonesia menunjukkan tren positif dalam empat tahun terakhir. Komoditas tuna, tongkol, dan cakalang menjadi kontributor utama dalam ekspor perikanan nasional.
 
“Karena itu, peningkatan kompetensi tenaga kerja menjadi aspek penting untuk menjaga mutu dan memenuhi standar ekspor,” imbuhnya.
 
Sementara itu, Kepala Puslat KP BPPSDMKP KKP, Lilly Aprilya Pregiwati, menekankan pentingnya kualitas SDM dalam menjaga konsistensi mutu produk. Menurutnya, industri tuna dihadapkan pada tuntutan standar internasional yang terus meningkat.
 
Dalam pelatihan tersebut, peserta dibekali berbagai materi teknis, mulai dari sanitasi dan higienitas produksi, penanganan bahan baku, keselamatan dan kesehatan kerja (K3), proses pembekuan, hingga teknik pengemasan produk tuna beku.
 
“Pekerja di lini produksi harus memiliki keterampilan teknis, pengetahuan sanitasi, serta pemahaman tentang keselamatan kerja agar produk yang dihasilkan sesuai dengan standar global,” kata Lilly.
 
Direktur Program DFW Indonesia, Imam Trihatmadja, menilai pelatihan ini sebagai langkah awal dalam mencetak tenaga pengolah tuna yang kompeten dan profesional. Dirinya berharap program tersebut dapat membuka peluang jenjang karier yang lebih baik bagi para pekerja.
 
Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan bahwa peningkatan kapasitas SDM merupakan bagian integral dari transformasi industri perikanan nasional. SDM yang unggul dinilai menjadi kunci keberhasilan industri tuna sekaligus penguatan daya saing ekspor Indonesia dalam mendukung visi ekonomi biru.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa