Bulog Serap 18,3 Ribu Ton Beras hingga Awal Februari 2025

AKURAT.CO Perum Bulog mencatatkan penyerapan beras dalam negeri sebesar 18,3 ribu ton hingga 3 Februari 2025 sebagai langkah awal dalam memperkuat cadangan pangan pemerintah (CPP).
Direktur Utama Perum Bulog, Wahyu Suparyono, mengungkapkan bahwa angka ini menunjukkan tren peningkatan dibandingkan awal tahun sebelumnya.
"Peningkatan signifikan ini mencerminkan optimalisasi strategi Bulog dalam memperkuat serapan awal tahun, khususnya untuk mendukung pencapaian target yang telah ditentukan," ujar Wahyu dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IV DPR RI di Jakarta, Selasa (4/2/2025).
Bulog menjalankan mandat pengadaan gabah dan beras dalam negeri untuk menjamin stabilitas harga dan ketersediaan stok cadangan pangan nasional.
Pengadaan ini mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan oleh Badan Pangan Nasional, termasuk dalam Keputusan Kepala Badan Pangan RI Nomor 2 dan Nomor 14 yang mengatur perubahan harga pembelian pemerintah.
Baca Juga: 9 Strategi Bulog optimalkan Penyerapan Beras
Selain itu, Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 16 juga memperbarui ketentuan harga pembelian gabah dan beras guna memastikan petani mendapatkan harga yang layak, sekaligus menjaga ketersediaan beras di pasaran.
Wahyu menegaskan bahwa sesuai arahan Presiden, Bulog mendapatkan penugasan untuk menyerap 3 juta ton beras dalam negeri hingga April 2025.
Pengadaan ini dilakukan dengan ketentuan harga gabah kering panen di tingkat petani sebesar Rp6.500 per kilogram (kg) dan harga beras di gudang Bulog sebesar Rp12.000 per kg.
Adapun standar kualitas beras yang diserap Bulog mencakup derajat sosoh minimal 95%, kadar air maksimal 14%, butir patah maksimal 25%, dan butir menir maksimal 2%. Target ini diharapkan dapat menjaga stabilitas pasokan pangan nasional serta mendukung kebijakan ketahanan pangan pemerintah.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan bahwa pemerintah menargetkan Bulog untuk menyerap 3 juta ton beras dalam waktu singkat, yaitu dari Januari hingga April 2025.
"Bulog harus membeli sebanyak 3 juta ton dalam waktu yang pendek ini, yakni Januari, Februari, Maret, dan April. Jika dalam bentuk gabah, tentu jumlahnya akan lebih banyak lagi," ujar Zulkifli dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (22/1/20225).
Untuk mencapai target tersebut, Bulog bekerja sama dengan berbagai pabrik penggilingan beras yang sudah bermitra. Dengan harga pembelian pemerintah yang telah ditetapkan, diharapkan program ini dapat berjalan optimal tanpa merugikan petani maupun konsumen.
Langkah agresif Bulog dalam menyerap beras dalam negeri ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memastikan ketersediaan pangan nasional tetap stabil, terutama di tengah tantangan perubahan iklim dan ketidakpastian global yang berpotensi mempengaruhi produksi beras dalam negeri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










