Industri Teknologi Kena Pukul, Produksi Global Terancam Berubah Gegara Tarif

AKURAT.CO Rencana Presiden AS, Donald Trump, menaikkan tarif impor, khususnya dari China, memunculkan tantangan baru bagi industri teknologi global.
Berdasarkan laporan Consumer Technology Association (CTA), tarif ini bukan hanya berdampak pada konsumen tapi juga mengancam kelangsungan produksi teknologi.
Mengutip dari laman Business Insider, ada dua skenario tarif yang dipertimbangkan.
Pertama, tarif 10 persen per 70 persen yang mengenakan bea 10 persen untuk semua impor ditambah 60 persen khusus barang China.
Kedua, skenario 20 persen per 120 persen dengan tarif 20 persen untuk semua impor dan tambahan 100 persen untuk produk China.
Baca Juga: Menelaah Trumpnomics: Kontroversi di Balik Kebijakan Tarif Tinggi AS
Kalau ini diterapkan, produsen teknologi harus menghadapi biaya produksi yang melonjak.
Alphabet Inc, misalnya, sudah memindahkan sebagian besar produksi ponsel Google Pixel-nya ke India.
Tapi itu belum cukup. Barang dari India tetap akan dikenai tarif hingga 20 persen.
Di sisi lain, hampir semua produk teknologi besar seperti laptop, tablet hingga konsol gim diproduksi di China.
CTA memprediksi, meskipun produksi dipindahkan ke negara lain, tetap sulit untuk memindahkan rantai pasok ke AS karena biayanya terlalu mahal.
Baca Juga: Trump Kembali Terapkan Tarif Tinggi: Usaha Mewujudkan 'Era Keemasan' Ekonomi Amerika
Hal ini bisa jadi pukulan telak untuk perusahaan teknologi yang sedang mencoba memperkenalkan inovasi baru seperti PC berbasis AI.
Tarif baru ini malah bikin harga barang jadi makin mahal, sehingga sulit menarik minat konsumen.
Selain itu, laporan CTA juga menyebut bahwa kenaikan tarif hanya akan membuat Amerika kehilangan daya saing globalnya.
Alih-alih mendorong produksi lokal, tarif ini justru memindahkan produksi ke negara lain tanpa dampak signifikan bagi ekonomi AS.
Jika skenario terburuk terjadi, dampaknya tidak hanya merugikan produsen, tetapi juga memukul daya beli masyarakat hingga ratusan miliar Dolar per tahun.
Baca Juga: Trump Ancam Tarif Tinggi Barang Impor Uni Eropa, Picu Kontroversi
Industri teknologi jelas berharap agar rencana tarif ini tidak benar-benar terealisasi.
Kalau tidak, perkembangan teknologi bisa terhambat dan inovasi akan melambat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Prancis Terbuka: Ganda Putra Indonesia Menggila, Leo/Daniel dan Raymond/Joaquin Melesat ke Perempat Final
- 2Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 3Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 4Pemecatan Michael Carrick Mulai Disuarakan, Ada 'Monster' Sulit Dijinakkan di Tubuh MU?
- 5Netanyahu: AS Akan Hentikan Bantuan Militer ke Israel, Tinggal Menunggu Waktu
- 6Megawati Hangestri Dapat Julukan Baru dari Media Korea, Apa Artinya?
- 7Prediksi Skor Napoli vs Roma 24 Oktober 2026: Derby del Sole Diprediksi Sengit
- 8Barcelona vs Real Madrid: Jose Mourinho Tak Ubah Strategi Total Hanya Demi Lamine Yamal
- 9Desak Nusron Wahid Dijemput Paksa, MAKI Adukan Pimpinan KPK ke Dewas
- 10KPK Sita BMW Milik Richard Erlangga dalam Korupsi BNPB, Total Ada Empat Mobil








