Akurat

Prabowo: 5 Tahun Lagi Kita Tak Impor BBM

Camelia Rosa | 20 Januari 2025, 16:54 WIB
Prabowo: 5 Tahun Lagi Kita Tak Impor BBM

AKURAT.CO Presiden RI Prabowo Subianto meyakini bahwa dalam 5 tahun ke depan Indonesia tidak lagi melakukan impor Bahan Bakar Minyak (BBM). 

"Saya percaya dalam waktu yang tidak lama kita tidak akan impor BBM lagi dari luar. Saya punya keyakinan dalam 5 tahun kita akan tidak impor BBM lagi," jelasnya saat meresmikan PLTA Jatigede di Sumedang, Jawa Barat, Senin (20/1/2025).
 
Prabowo menegaskan hal itu bisa terjadi berkat swasembada energi yang menjadi salah satu program prioritas pemerintahannya. "Kita harus swasembada energi dan sasaran kita, kita akan 100 persen swasembada energi," imbuhnya.
 
 
Apalagi diungkapkannya, sektor energi memegang peranan penting dalam melangsungkan transformasi bangsa.
 
Sebab menurutnya, untuk menjadi negara modern dan negara yang maju, Indonesia harus menguasai teknologi serta mampu menjadi negara yang dapat mengolah sendiri sumber daya alam untuk menjadi barang industri.
 
Oleh sebab itu, energi sangat vital karena Indonesia memiliki sumber alam yang cukup besar dan kemampuan untuk melakukan transformasi tersebut.
 
"Untuk itu saya kira kita sekarang ini menjadi salah satu di dunia negara yang mungkin termasuk paling maju di bidang transformasi energi menjadi energi terbarukan, energi bersih, green energy yang mengurangi emisi karbon. Jadi banyak negara teriak-teriak, kita tidak usah teriak-teriak tapi kita mewujudkan, kita mengarahkan," tuturnya. 
 
Tak hanya swasembada energi, Prabowo juga optimis bahwa swasembada pangan dapat tercapai dalam waktu dekat. Ia mengaku mendapat laporan dari menteri bidang pangan bahwa Indonesia akan melakukan swasembada pangan pada tahun kedua pemerintahannya.
 
"Saya dapat laporan dari menteri-menteri bidang pangan, sebelum tahun kedua kita sudah swasembada pangan, tidak akan impor, energi kita juga akan menuju swasembada dalam waktu yang tidak lama," tukas Prabowo.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.