Kementan Dukung P4S Kembangkan Jamu Herbal untuk Kemandirian Petani

AKURAT.CO Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPPSDMP) terus berupaya meningkatkan kapasitas petani yang mendukung peningkatan nilai tambah bagi Petani. Salah satunya dengan program penguatan kelembagaan melalui Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan (P4S).
Untuk itu, Pusat Pelatihan Pertanian, BPPSDMP terus mendorong peran P4S dalam meningkatkan usaha taninya. Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan P4S menjadi langkah strategis dalam mendukung pertanian berkelanjutan.
“Melalui program P4S, kita ingin memberdayaakan masyarakat di pedesaan agar mampu menghadapi berbagai tantangan dan berkontribusi pada peningkatan produktivitas pertanian,” ungkap Amran dalam keterangannya, Minggu (19/1/2025).
Baca Juga: Bidik Pertanian Modern dan Berkelanjutan, Kementan Dorong Smart Farming
Sementara Kepala Badan PPSDMP, Idha Widi Arsanti menegaskan P4S merupakan mitra BPPSDMP yang memiliki peran strategis sebagai tempat pelatihan sekaligus magang, guna akselerasi dan adopsi teknologi pertanian.
“P4S selama ini terkenal sebagai pusat pembelajaran bagi petani atau sarana berbagi bagi petani di daerah, dengan adanya P4S diharapkan dapat menghasilkan dan melahirkan petani-petani pengusaha yang lebih banyak lagi. Otomatis kesejahteraan petani akan meningkat dan ini menjadi harapan besar,” ujar Santi.
Terpisah, Kepala Pusat Pelatihan Pertanian, Inneke Kusumawaty saat mendatangi langsung P4S Timoer Sentosa di Gunung Kidul, DIY, Sabtu, (18/01/2025) menjelaskan bahwa penumbuhan dan penguatan kelembagaan Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S) merupakan suatu rangkaian memperkuat kelembagaan pelatihan pertanian swadaya.
Pelatihan ini melalui kegiatan apresiasi, sosialisasi, fasilitasi, pengawalan dan pendampingan kelembagaan, pelatihan/ permagangan, pengkaderan, penyuluhan, pengembangan teknologi, informasi dan komunikasi.
Sebab itu kedepan harapannya P4S ini dapat memperluas lagi usahanya dengan membangun koperasi yang nantinya bisa membantu penjualan dari usaha tani yang dihasilkan KWT dan Rumah Tangga Keluarga di area sekitar.
“P4S ini mempunyai prospek yang sangat baik, kedepan bagaimana P4S Timoer Sentosa bisa membangun Badan Usaha sejenis Koperasi secara mandiri agar KWT-KWT yang sudah mempunyai hasil dari usahanya bisa konsisten trus menjual produk-produknya dan mendapatkan nilai tambah,” ujar Inneke.
Inneke sangat mengapresiasi usaha yang dirintis oleh Yuniari. “Ini sangat luar biasa mereka tidak hanya menjual jamu herbal namun juga melakukan pendampingan kepada wanita-wanita tani agar bisa lebih mandiri berusaha tani dan menghasilkan usaha yang berdaya saing,” tambah Inneke.
Yuniari, Ketua P4S Timoer Sentosa, Gunung Kidul, DIY menjelaskan memulai usahanya tahun 2014 saat memutuskan mengakhiri karirnya yang bekerja di toko jamu.
“Saya pelajari ini secara otodidak, membaca beberapa buku herbal dan awalnya mencoba-coba membuat ramuan dasar yang dikeringkan lalu dijual dari rumah ke rumah,” terang Yuniari.
Ternyata usahanya ini membuahkan hasil. Di masa pandemi Covid-19 usaha jamu herbal Yuniari meningkat drastis. Dari keberhasilannya Yuniari akhirnya membangun P4S yang berdiri di tahun 2021, dengan usaha herbal dari mulai budidaya bibit empon-empon, olahan produk jamu kering, instan dan minuman herbal. Selain itu Yuniari juga berusaha ternak kambing dan ayam.
“Saat ini yang paling dicari adalah minuman sehat, kebanyakan masyarakat sudah mulai gencar untuk mengonsumsi minuman/makanan yang sehat. Sebab itu kami juga membuat varian minuman yang diminati anak muda,” jelas Yuniari.
Beberapa produk olahan minuman yang dibuat Yuniari antara lain Infused water, kunyit asam dan telang tea. Sedangkan produk herbal lainnya seperti jamu bahan dasar dari temulawak, jahe merah, kencur dll.
Kini produknya telah dipasarkan ke area sekitar dan juga dijual online serta support ke beberapa Kementerian. Ada juga yang dijual di Toko oleh-oleh dan Bandara Yogyakarta Internasional Airport (YIA). Dari usaha ini Yuniari bisa menghasilkan omset mencapai 50 juta/bulannya.
P4S nya sendiri terbilang cukup aktif. Dalam sebulan memberikan pelatihan 2 hingga 3 kali, disamping pelatihan rutin kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) binaan dan anggota PKK di wilayahnya.
“Ada 3 KWT binaan yang secara rutin dilatih, dan PKK yang rutin dilakukan pertemuan dan kami mewajibkan setiap rumah di kelurahan wareng ini mempunyai TOGA (Tanaman obat keluarga) dan SURGA (Sayuran Keluarga) dengan memanfaatkan lahan pekarangannya. Untuk resep kami akan shodaqohkan,” tukas Yuniari.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tolak Bertahan di KTM Demi Ducati, Pedro Acosta: Saya Ingin Kalahkan Marc Marquez dengan Senjata yang Sama!
- 2Seharusnya Denny Indrayana Paham Penjelasan Jokowi Soal Ijazah Gibran, Kecuali Ada Dorongan Politik
- 3Klik Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini
- 4Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 5Kalender Jawa 25 September 2026: Benarkah Jumat Kliwon Hari Baik untuk Menikah?
- 6Live Streaming Timnas Indonesia vs Singapura Malam Ini, Cek Jam Tayang dan Linknya
- 7Indonesia vs Singapura Hari Ini Jam Berapa? Cek Jadwal FIFA ASEAN Cup 2026!
- 8Prediksi Skor Indonesia vs Singapura Hari Ini 25 September 2026, Cek Susunan Pemain!
- 9Kejagung Amankan Mantan Sekjen Kementerian ESDM Tersangka Korupsi Nikel
- 10Didamping Dasco hingga Teddy, Presiden Prabowo Bertakziah ke Kediaman Megawati









