Akurat

HGBT Belum Dilanjut, Menperin: Banyak Industri Mengeluh

Camelia Rosa | 17 Januari 2025, 23:37 WIB
HGBT Belum Dilanjut, Menperin: Banyak Industri Mengeluh

AKURAT.CO Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengakui bahwa banyak industri mengeluh lantaran belum dilanjutkannya program harga gas bumi tertentu (HGBT) USD6 per MMbtu. 

Seperti diketahui, program ini telah berakhir pada 31 Desember 2024. Saat ini, industri diharuskan membayar gas dengan harga normal atau tarif komersial yang ditetapkan oleh PT Perusahaan Gas Negara (PGN) untuk kuartal I-2025 sebesar USD16,77 per MMBtu. 
 
"Ya makanya, itulah problemnya (harga gas saat ini menjadi komersial). Banyak keluhan yang saya dapati dari industri berkaitan dengan komitmennya yang rendah dari PGN," terang Agus ketika ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (17/1/2025). 
 
 
Oleh sebab itu, Agus berharap agar program HBT untuk industri bisa segera diberlakukan kembali. Sebab menurutnya, gas merupakan komponen penting untuk proses produksi di Indonesia.
 
"Ya saya kira harus segera berlaku ya, karena pabrikan harus terus berjalan. Jadi gas yang dibutuhkan itu tetap harus ada dan tersedia," terangnya. 
 
Di kesempatan sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia telah memastikan bahwa HGBT akan dilanjutkan pada 2025. 
 
Ia pun menekankan, nantinya HGBT ini masih akan ditujukan kepada tujuh sektor antara lain pupuk, petrokimia, oleokimia, baja, keramik, kaca dan sarung tangan karet. "Nah sekarang kalau dari 7 itu rasanya hampir bisa dapat dipastikan untuk dilanjutkan," tukas Bahlil.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.