Kadin Dorong Kerja Sama Strategis RI - Pakistan di 4 Sektor Ini
Hefriday | 11 Januari 2025, 21:34 WIB

AKURAT.CO Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, menegaskan pentingnya mempererat hubungan kerja sama antara Indonesia dan Pakistan.
Fokus utama kolaborasi ini adalah pada empat sektor strategis, yaitu ketahanan pangan, ketahanan energi, kesehatan, dan pertahanan.
"Kita duduk bersama membahas bagaimana Indonesia dan Pakistan dapat bekerja lebih erat lagi. Fokus diskusi kami mencakup ketahanan pangan, ketahanan energi, kesehatan, serta pertahanan," ungkap Anindya usai bertemu dengan Duta Besar Pakistan untuk Indonesia, Ameer Khurram Rathore di Jakarta, Sabtu (11/1/2025).
Pertemuan tersebut berlangsung di Menara Kadin Indonesia, Kuningan, Jakarta. Anindya, yang akrab disapa Anin, menyoroti potensi besar Pakistan sebagai negara Muslim dengan keunggulan di sektor pertahanan, kesehatan, pertanian, dan energi. "Kerja sama di sektor-sektor ini sangat penting untuk diperluas," tambahnya.
Dalam pembicaraan tersebut, Dubes Pakistan menyampaikan rencana penyelenggaraan misi dagang dan pameran bersama antara Indonesia dan Pakistan pada Agustus 2025. Menyambut positif rencana tersebut, Anindya menyatakan bahwa Kadin akan menggandeng pihak kedutaan besar dan mitra Kadin di Pakistan untuk mempersiapkan kegiatan ini.
"Kerja sama ini tidak hanya meningkatkan hubungan perdagangan kedua negara, tetapi juga membuka akses pasar baru. Bukan hanya dengan negara besar seperti China dan Amerika Serikat, tetapi juga dengan Pakistan yang memiliki potensi besar," jelas Anindya.
Ia juga menekankan bahwa pengembangan pasar tidak hanya bermanfaat bagi perusahaan besar, tetapi juga memberikan peluang bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia. "Pakistan adalah mitra strategis yang bisa mendukung pertumbuhan UMKM kita," tambahnya.
Duta Besar Ameer Khurram Rathore menyatakan optimisme terhadap masa depan hubungan perdagangan antara Indonesia dan Pakistan. Menurutnya, kedekatan budaya dan agama menjadi dasar kuat untuk memperluas kerja sama ekonomi.
"Kami melihat potensi besar di sektor-sektor yang disebutkan oleh Pak Ketua Kadin. Dengan kepemimpinannya, saya yakin hubungan perdagangan kedua negara akan semakin baik," ujar Ameer.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) periode Januari-November 2024, nilai perdagangan Indonesia dan Pakistan menunjukkan tren positif. Surplus perdagangan mencapai USD3,04 miliar, dengan ekspor Indonesia sebesar USD3,04 miliar dolar AS dan impor dari Pakistan sebesar USD529 juta.
Kerja sama strategis ini diharapkan tidak hanya memperkuat hubungan bilateral, tetapi juga menjadi langkah penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan ketahanan nasional kedua negara. Dengan kolaborasi yang lebih erat, Indonesia dan Pakistan berpotensi menciptakan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakatnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ekspor Minyak Timur Tengah Pulih 80 Persen, Strategi Iran di Selat Hormuz Mulai Kehilangan Taji?
- 2Prediksi Skor Thailand vs Vietnam 29 September 2026: Vietnam Berpeluang Menang Lagi?
- 3Klik Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini
- 4Prediksi Skor Argentina vs Bolivia 1 Oktober 2026: La Albiceleste Dijagokan
- 5Sinyal Aliansi Militer Baru? Telepon Khusus Erdogan ke Prabowo Bongkar Ambisi Besar Jakarta-Ankara
- 6Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 7Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 Terbaru: Indonesia vs Bangladesh, Cek Jadwal dan Posisi Grup A!
- 8Tanpa Sponsor 'Palsu' Rp19,69 Triliun, Manchester City Mungkin Tanpa Aguero dan Silva
- 9KPK Hadirkan Delapan Saksi dari Kesthuri, Himpuh, Amphuri hingga Maktour untuk Pembuktian Korupsi Kuota Haji
- 10Terima Jemaat GKPI Rajeg, Wapres Gibran Tekankan Kerukunan dan Kebebasan Beribadah









