Akurat

Investor Asing di Sektor Perumahan Melonjak Akibat Kredibilitas Prabowo

Hefriday | 8 Januari 2025, 23:37 WIB
Investor Asing di Sektor Perumahan Melonjak Akibat Kredibilitas Prabowo

AKURAT.CO Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyampaikan optimisme terkait tingginya minat investasi asing di sektor perumahan. Menurutnya, hal ini terjadi berkat kredibilitas global yang dimiliki Presiden RI Prabowo Subianto.

Pernyataan ini disampaikan Maruarar setelah tercapainya kesepakatan pendanaan antara Indonesia dan Qatar untuk pembangunan satu juta unit hunian di daerah perkotaan. Nota kesepahaman tersebut ditandatangani di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (8/1/2025). 

"Kepercayaan publik internasional terhadap Presiden Prabowo sangat tinggi. Ini bukan satu-satunya investasi yang akan masuk ke bidang perumahan, dan kita akan melihat lebih banyak lagi dukungan serupa ke depan,” ujar Maruarar yang akrab disapa Ara.  
 
 
Kesepakatan dengan Qatar merupakan salah satu hasil dari kolaborasi intensif antara Satuan Tugas (Satgas) Perumahan dan Kementerian PKP. Ara menjelaskan bahwa kolaborasi ini bertujuan menggaet investor luar negeri untuk mendukung program prioritas pemerintah dalam menyediakan tiga juta unit hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).  
 
Selain peran Satgas Perumahan, Ara juga menyoroti kontribusi besar dari Kabinet Merah Putih (KMP). Ia menyebutkan bahwa regulasi yang mendukung iklim investasi di sektor perumahan telah disiapkan secara matang oleh jajaran kabinet. 
 
“Ini adalah hasil kerja panjang yang dilakukan Pak Hashim (Ketua Satgas Perumahan) bersama Wakil Menteri PKP Pak Fahri. Selain itu, laporan dari Pak Rosan (Menteri Investasi dan Hilirisasi) juga menunjukkan percepatan investasi yang signifikan di Indonesia,” jelasnya.  
 
Kerja keras pemerintah terlihat dari pembentukan tim lintas sektor yang akan menangani kebutuhan para investor. Tim ini melibatkan sejumlah kementerian, termasuk Kementerian Keuangan, Kementerian ATR, Kementerian BUMN, serta instansi seperti BPKP dan sektor perbankan. Ara menegaskan, tim ini bertujuan memastikan proses investasi berjalan sesuai aturan hukum dan efisien.  
 
“Kita harus memastikan semua persiapan matang, dari penyediaan lahan hingga dampak ekonomi. Dengan adanya tim ini, investor tidak perlu menunggu lama untuk mendapatkan penjelasan terkait rencana mereka,” ungkap Ara.  
 
Kerja sama dengan Qatar menjadi bukti nyata bahwa Indonesia semakin menarik di mata investor global. Dengan fokus pada sektor perumahan, pemerintah berupaya memastikan bahwa setiap investasi memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Program ini juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penciptaan lapangan kerja di bidang konstruksi dan industri terkait.  
 
Ara juga mengungkapkan bahwa pemerintah terus memperbaiki sistem perizinan untuk mempermudah masuknya investasi. Hal ini termasuk penyederhanaan proses administrasi yang sering menjadi kendala bagi investor. 
 
“Presiden Prabowo ingin memastikan bahwa setiap investasi memberikan dampak yang signifikan bagi rakyat, tanpa terhalang oleh birokrasi yang berbelit-belit,” tambahnya.  
 
Optimisme ini sejalan dengan mandat yang diberikan Presiden kepada Kabinet Merah Putih untuk menarik lebih banyak investasi asing di berbagai sektor, termasuk perumahan. Ara yakin, dengan kepercayaan tinggi dari investor luar negeri, Indonesia dapat memenuhi target tiga juta unit hunian pada 2025.  
 
“Presiden Prabowo telah membangun citra yang kuat di kancah global, dan ini menjadi modal besar bagi kita untuk mewujudkan program-program strategis. Saya yakin, ini baru awal dari banyaknya peluang yang akan kita terima,” tukas Ara. 
 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa