Akurat

Pelni Operasikan 55 Kapal Selama Libur Nataru 2025

Hefriday | 19 Desember 2024, 19:15 WIB
Pelni Operasikan 55 Kapal Selama Libur Nataru 2025

AKURAT.CO PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) telah mempersiapkan 55 kapal untuk melayani masyarakat selama periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024-2025.

Dalam peak season ini, Pelni menetapkan periode angkutan mulai dari 11 Desember 2024 hingga 8 Januari 2025, dengan fokus pada keselamatan, kenyamanan, dan efisiensi layanan.

Dari 55 kapal yang dioperasikan, 25 di antaranya adalah kapal penumpang besar dengan total kapasitas angkut hingga 48.323 seat dalam satu kali keberangkatan.

Selain itu, 30 kapal perintis juga akan beroperasi, melayani rute ke wilayah terpencil, terluar, dan tertinggal (3TP) dengan kapasitas total 11.889 seat. Total keseluruhan kapasitas angkut mencapai 60.212 seat dalam satu kali pelayaran.

Direktur Utama PT Pelni, Tri Andayani menjelaskan bahwa perusahaan telah menyediakan 547.549 tiket untuk periode Nataru ini.

"Kami juga telah mengantisipasi lonjakan penumpang dengan menambahkan rute, frekuensi perjalanan, serta menyediakan kapal bantuan di beberapa wilayah yang diproyeksikan padat," ujarnya dalam konferensi pers, Kamis (19/12/2024).

Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 19 Desember 2024, sementara puncak arus balik diperkirakan pada 6 Januari 2025. Pelabuhan-pelabuhan terpadat selama Nataru di antaranya adalah Makassar, Ambon, Batam, Jayapura, Belawan, dan Surabaya.

Baca Juga: Di Depan DPR, Dirut Pelni Keluhkan Armada Kapal Yang Sudah Berumur

Untuk mengatasi lonjakan ini, Pelni telah berkoordinasi dengan Pelindo guna memastikan operasional pelabuhan berjalan lancar.

Tantangan utama selama masa Nataru ini adalah cuaca ekstrem yang diprediksi berlangsung hingga Januari 2025. "Keselamatan pelayaran menjadi prioritas utama kami. Kami terus memantau kondisi cuaca secara real-time melalui kerja sama dengan BMKG dan menggunakan sistem otomatis di kapal untuk mengantisipasi kondisi buruk," jelasnya.

Beberapa langkah strategis telah dilakukan untuk memastikan kesiapan armada. Seluruh kapal telah menjalani docking reguler lebih awal dan pengecekan keselamatan oleh Kementerian Perhubungan.

Pelni juga menyiapkan alat keselamatan di atas kapal seperti lifeboat, lifejacket, dan lifebuoy yang memadai untuk seluruh penumpang, dengan kapasitas hingga 145% dari jumlah penumpang.

Selain itu, Pelni telah memperkuat infrastruktur dan teknologi di kapal. Semua kapal dilengkapi dengan voyage data recorder (black box) dan sistem evakuasi laut (Marine Evacuation System). Teknologi ini dirancang untuk mempermudah evakuasi dan memastikan keamanan selama pelayaran.

Untuk memantau operasional selama periode Nataru, Pelni menjalankan posko monitoring 24 jam yang terhubung langsung dengan kapal-kapal di seluruh wilayah. Sistem ini memungkinkan pemantauan cuaca, komunikasi dengan kapal, dan pengawasan kondisi di atas kapal melalui CCTV.

"Kami ingin memastikan penumpang merasa aman dan nyaman selama perjalanan," tambahnya.

Selain aspek operasional, Pelni juga memperluas akses penjualan tiket, terutama di daerah-daerah terpencil. "Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan layanan ini dengan mudah dan merencanakan perjalanan mereka dengan baik. Kami terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh masyarakat," katanya.

Dengan berbagai persiapan yang telah dilakukan, Pelni optimistis dapat melayani kebutuhan masyarakat selama periode Nataru 2024-2025. Kolaborasi dengan berbagai pihak seperti Kementerian Perhubungan, BMKG, dan Pelindo diharapkan dapat memastikan operasional berjalan lancar meskipun menghadapi tantangan cuaca dan lonjakan penumpang.  

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa